MADIUN – Pelaksana tugas (Plt) Walikota Madiun, F. Bangus Panuntun, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun’ Soeko Dwi Handiarto, dan Pimpinan Cabang Bulog Madiun’ Agung Sarianto, secara simbolis menyerahkan bantuan pangan kepada penerima manfaat disela kegiatan ‘Walikota bersama Rakyat’ bertempat di Lapak Kampir Kanigoro.
Bantuan pangan beras medium yang disiapkan oleh Perusahaan Umum (Perumda) Bulog Cabang Madiun yakni mulai Kamis 20 Agustus 2026 ini, tentunya sangat membantu bagi warga Kota Madiun, khususnya penerima manfaat atau Penerima Bantuan Pangan (PBP).
“Tentunya, ini ada sedikit berbeda ya. Kalau biasanya, beras plus minyak goreng. Kali ini di tahap dua, sebanyak 30 kg beras jenis medium. Kami berharap bantuan pangan ini, bisa membantu warga Kota Madiun khususnya penerima manfaat,” ujarnya seusai launching penyaluran bantuan pangan kepada sejumlah warga dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Kanigoro, Pilangbango, dan Rejomulyo, Rabu 19 Agustus 2026 malam.
Menurutnya, bantuan pangan pada tahan dua ini memang mengalami menurunan yakni dari total 14.000 PBP, kini 11.625 PBP. Hal ini terjadi, karena ada perubahan aturan terkait DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). Misalkan tahun sebelumnya DTSEN 1 sampai 5, tapi sekarang DTSEN 1 sampai 4 yang diberikan.
“Jadi, nanti pada tanggal 21 Agustus 2026 akan kita mulai yaitu penyaluran bantuan pangan jenis beras medium sebanyak 30 kg kepada warga PBP di Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman,” kata Bagus.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun’ Agung Sarianto, menyampaikan rasa syukur alhamdulillah pada malam ini untuk penyaluran bantuan pangan di Kota Madiun alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 telah di launching, dan dimulai langsung oleh Plt. Walikota Madiun di acara ‘Walikota bersama Rakyat’.
Untuk tahap dua, memang Kota Madiun sendiri terdapat 11.625 PBP. Bahkan, nantinya Kota Madiun akan tersalurkan beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebanyak 348.750 kg. Karena masing-masing PBP akan mendapatkan 10 kg beras, dan dikalikan tiga alokasi.
“Jadi, PBP nanti ketika mengambil langsung akan mendapatkan 30 kg beras. Nah kalau jangka waktunya sendiri untuk Kota Madiun, insyaallah membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 hari kerja untuk penyelesaian bantuan pangan,” terangnya.
Ia mengungkapkan Kota Madiun karena wilayahnya tidak terlalu panjang, yakni hanya 3 kecamatan. Tentunya, Bulog Madiun tetap berkoordinasi dengan pihak kelurahan sebagai titik bagi. Untuk itulah, Bulog Madiun menunggu persiapan dari masing-masing kelurahan.
Mengingat di bulan Agustus ini seperti kita ketahui bersama, ternyata masih banyak kegiatan yang terkait dengan agustusan yakni dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Selanjutnya, Bulog Madiun akan menyalurkan bantuan pangan setelah libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa 25 Agustus atau mungkin Rabu 26-Kamis 27 nanti. Untuk yang Kamis 20 Agustus 2026 akan disalurkan di 3 kelurahan, yakni Kelurahan Kanigoro, Pilangbango, dan Rejomulyo.
“Berdasarkan data kami dari DTSEN, rincian per kecamatan yang ada di Kota Madiun yaitu Kecamatan Kartoharjo sebanyak 3.215 PBP, Manguharjo 3.660 PBP, dan Taman 4.750 PBP,” terangnya.
Dia memaparkan bahwa target penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri adalah 30 September 2026 mendatang, Bulog Madiun selalu optimis di awal September nanti sudah selesai.
Terkait lokasi penyaluran bantuan pangan, urai Agung, Bulog Madiun tetap menggunakan kantor kelurahan untuk titik pembagiannya. Syukur alhamdulillah hingga saat ini, selalu di suport oleh Plt Walikota Madiun dan jajarannya.
“Alhamdulillah suport pak Plt Walikota Madiun dan jajarannya sangat baik, antusiasme dari kelurahan, dan pak/ibu camat juga sangat bagus. Kami optimis di Kota Madiun, awal September sudah selesai. Insyaallah yang pertama selesai di Jawa Timur, seperti tahun kemarin,” tuturnya.
Agung, juga menambahkan bahwa tujuan bantuan pangan beras CBP ini adalah untuk meringankan beban masyarakat kurang beruntung. Setidaknya, bahan pangan atau berasnya sudah tersedia dulu di masing-masing warga penerima manfaat.
“Makanya, saya bersama pak Plt Walikota Madiun tadi juga mengingatkan kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan pangan ini ‘tolong jangan di perjual-belikan’. Di konsumsi sendiri saja, karena 30 kg beras ini cukup banyak, dan bisa untuk sekitar 2 bulanan ya, isnyaallah cukup,” tandasnya.*(al/madiuntourims.com)



















