MADIUN – Menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2025/2025 nanti, Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Madiun di Jeruk Gulung Balerejo selalu siap mengantisipasi jika suatu waktu terjadi lonjakan logistik beras di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto menyampaikan menjelang Nataru 2025/2026, syukur alhamdulillah dirinya turut serta mendampingi Bupati Madiun bersama Forkopimda (forum koordinator pimpinan daerah) keliling melakukan Sidak (inspeksi mendadak) dibeberapa distributor, pasar tradisional, pasar murah, penggilingan beras, dan terakhir di gudang logistik Bulog Jeruk Gulung ini.
Alhamdulillah sampai dengan saat ini, stoknya Perum Bulog Cabang Madiun total 60.900 ton beras. Untuk itu, diimbau kepada seluruh masyarakat Madiun dan sekitarnya, tidak usah khawatir berlebihan.
Misalkan jika bulog perhitungkan dengan kebutuhan bantuan pangan dan juga SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan), estimasinya untuk 12 bulan kedepan ini masih cukup tersedia. Sementara stok beras yang ada di gudang logistik Bulog Cabang Madiun sendiri, tidak hanya di konsumsi oleh masyarakat Kabupaten/Kota Madiun maupun Ngawi saja.
Tapi, juga sampai luar Madiun. Bahkan pekan kemarin, Bulog Cabang Madiun telah mengirim bantuan pangan beras sudah dalam bentuk kemasan 10 kg kepada rekan-rekan yang ada di Bulog Cabang Madura.
“Jadi sebanyak 2.000 ton, itu berasnya dari Bulog Cabang Madiun. Beras petani Kabupaten Madiun ada juga yang disalurkan ke Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) seperti Atambua, Kupang maupun ke Kabupaten Nduga-Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya, Kamis 4 Desember 2025.
Untuk permintaan hingga saat ini, lanjut dia, syukur alhamdulillah ini memang sudah ada sedikit pergerakan yakni semula SPHP yang rata-rata 40-50 ton beras. Bahkan saat ini, permintaan SPHP dari tingkat pengecer yang ada di pasar-pasar tradisional sudah mencapai 80-90 ton beras per harinya.
Alhamdulillah saat mendampingi Bupati Madiun bersama Forkopimda ngecek di pasar tradisional Sukolilo Jiwan, antusiasme para pedagang yang jualan beras SPHP cukup lumayan besar. Karena tadi ada beberapa titik yang memang sudah menjual beras SPHP, padahal Pasar Sukolilo juga bukan pasar yang terlalu besar.
Sebab, beda dengan pasar tradisional yang ada di Caruban seperti Pasar Sayur ataupun Pasar Mejayan Baru, itu memang pasarnya lebih besar. Namun, kalau puncak lonjakan permintaan beras menjelang Nataru 2025/2026 nanti, pihak Bulog Cabang Madiun sendiri tidak bisa memprediksinya.
“Tapi, jelas insyaallah permintaan berapapun sampai dengan akhir tahun 2025 ini, kami akan siapkan. Misalkan mau 100 sampai 200 ton beras per hari, insyaallah kami masih sanggup untuk menyediakan,” katanya.
Agung Sarianto juga mengungkapkan misalkan ada lonjakan yang mungkin ekstrem. Tapi, ekstremnya seberapa besar, kita juga belum tahu seperti apa? Mudah-mudahan tidak ada kejadian luar biasa di Madiun dan sekitarnya, tentu kita berharap masih baik-baik saja.
Madiun alhamdulillah kondusif, meski saat ini terus diguyur hujan, tapi masih relatif cukup. Semoga kedepannya terus tidak banyak kejadian yang ekstrem. Namun, jika pun ada lonjakan yang ekstrem, semoga bisa kita antisipasi.
Misalkan beras sampai 200 ton per hari, Perum Bulog Cabang Madiun masih sanggup untuk mengeluarkan dari gudang logistik. Karena sampai saat ini, bulog sendiri masih ada penyerapan gabah.
“Terakhir itu kalau tidak salah pekan kemarin, kami juga masih menyerap gabah kering dari petani kita. Mengingat ada beberapa titik ya, yang memang kami masih menuhi dengan harga kisaran Rp6.500 per kg,” jelasnya.
Namun, imbuh dia, ketika harga itu menentu di kisaran Rp6.500 per kg, maka Perum Bulog Cabang Madiun memang wajib untuk membelinya dari petani kita. Tapi, kalau harganya sudah bagus? Seperti tadi, saat Sidak di penggilingan padi milik Edy di Wonoasri.
“Pemiliknya bilang, gabah yang bagus harganya sudah di atas Rp7000 per kg. Artinya saat ini sebagian petani kita sudah menikmati dengan harga yang bagus, karena memang gabahnya tadi juga bagus,” tandasnya.*(al/madiuntourism.com)
Cover : Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto



















