MADIUN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Madiun membuka stand pasar murah di Lapangan Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Bulog Madiun hadir dalam gebyar pasar murah bersama Dinas Perdagangan (Disperdag) Provinsi Jawa Timur untuk memenuhui kebutuhan pokok seperti beras, dan minyak goreng atau minyak kita. Sehingga, masyarakat dapat menjangkaunya dengan harga sangat murah atau bawah harga pasaran.
Untuk kegiatan pasar murah sendiri, Bulog Madiun telah menyediakan stok beras sebanyak 5 ton yakni SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) dan premium. Selain itu, juga minyak kita sebanyak 25 kardus, dan beras premium 7 pek dengan isi 5 kg.
Di pasar murah Ramadhan 1447 H ini, bulog menjual minyak kita di bawah HET (harga eceran tertinggi) Rp13.000, jika HET-nya adalah Rp15.700. Untuk beras SPHP isi 5 kg seperti halnya minyak kita, karena mendapat bantuan Disperdag Provinsi Jawa Timur di jual sesuai harga Rp55.000 per pek.
“Beras premium isi 5 kg di jual Rp70.000. Maka dari itu, SPHP, minyak kitam dan beras preminum telah mendapat subsidi dari Pemprov Jawa Timur kurang lebih, kalau persentasenya mungkin 5%,” ujar Febry, asisten Manager Pelayanan Publik Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya dengan adanya pasar murah ini, tentu mendapat respon positif. Mengingat antusiasme masyarakat membuktikan berbondong-bondong mendatangi pasar murah yang digelar Disperdag Provinsi Jawa Timur.
Bahkan, dalam hitungan menit, semua meja sejumlah stand terlihat bersih atau ludes tanpa barang dagangan kebutuhan bahan pokok.
“Jadi, dengan adanya pasar murah ini, bener-bener membantu masyarkat kecil. Alhamdulillah, bisa membantu warga terutama dilingkungan Desa Kaibon ini,” katanya.
Selama bulan suci Ramadhan 1447 H, kata Febry, Bulog Cabang Madiun telah melaksanakan berbagai event kegiatan pasar murah selain di Kabupaten/Kota Madiun, juga aktif di Ngawi, Magetan, Ponorogo.
Bulog selain dari Disperdag Provinsi Jawa Timur juga bersama TNI-Polri, bahkan ada juga dengan dinas masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda) Kota/Kabupaten Madiun, termasuk juga bersama dinas di lingkungan Pemkab Ngawi.
“Sampai saat ini, kami masih aktif hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H nanti. Jadi, dengan adanya SPHP ini, bisa membantu masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan minim,” jelasnya.*(al/madiuntourism.com)



















