MADIUN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun bersama Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Madiun melakukan monitoring stok beras di kompleks pergudangan logistik Bulog Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Dua pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yakni Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun’ Indra Setyawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun’ Paryoto, didampingi Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun’ Agung Sarianto, mengecek lebih dekat serta memastikan stok serta kualitas beras PSO (Public Service Obligation) cadangan dari pemerintah di pergudangan tersebut
Beras PSO, yang merupakan program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang ada di kompleks pergudangan Bulog ini, betul-betul mencukupi kebutuhan masyarakat. Sebab, stok beras ini yang nantinya disalurkan untuk SPHP yang rutin setiap hari selalu ada orderan dari pasar maupun diluar pasar.
Selain itu, juga insyaallah untuk penugasan penyaluran bantuan pangan yang segera diluncurkan oleh pemerintah sebanyak tiga alokasi. Untuk itu, kita tunggu bersama alokasinya di bulan apa?
”Tapi, ini kami sudah siap kuantum stok dan juga kemasannya,” ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto seusai mendampingi monitoring, Kamis 23 Juli 2026.
Menurutnya untuk stok di Bulog Cabang Madiun syukur alhamdulillah sebanyak 97.000 ton setara beras yang tersebar di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Sementara itu, stok yang ada di kompleks pergudangan logistik Jeruk Gulung sebanyak 20.000 ton beras.
Namun, tentunya stok beras ini tidak hanya di gudang induk-induk saja, tapi juga ada di gudang yang Bulog sewa baik yang di depan maupun yang disebelah timur kompleks pergudangan induk Jeruk Gulung.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan sambil menunggu penyaluran program SPHP, dapat dipastikan Perum Bulog Cabang Madiun bakal kedatangan stok beras lagi.
Mengingat hingga saat ini, Perum Bulog Cabang Madiun sendiri masih terus melakukan penyerapan dengan membeli gabah kering dari petani Rp6.500 per kg. “Bila ada gabah kering Rp6.500 per kg, kami pasti membelinya,” katanya.
Ia mengungkapkan perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa stok beras yang ada di pergudangan logistik Bulog ini meskipun banyak, tetap mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Teman-teman media, tentunya bisa lihat sendiri kebersihan dan kualitas berasnya. Apalagi, tadi juga sama sama kita lihat.
Setelah ini nanti juga akan kita uji tanak. Kita masak bareng bareng, rasa berasnya seperti apa sih? Karena ini sudah beras dalam negeri, dan semua hasil dari panen masyarakat Madiun dan Ngawi.
”Uji tanak dilakukan mendadak atau dirutunkan juga bisa, karena stok kami yang cukup besar. Jadi untuk meyakinkan masyarakat, itu memang berasnya layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Agung Sarianto menambahkan bahwa stok beras, syukur alhamdulillah kalau dengan 98.000 ton estimasinya 12 bulan sangat cukup sekali. Tentunya, terkait rencana membuat produk beras SPHP premium hingga ini masih digodok di kantor pusat.
Program selanjutnya, juga nanti akan ada 2 beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang nantinya disalurkan oleh pemerintah untuk masyarakat, yakni beras SPHP medium dan SPHP premium. Beras CBP ini, kemungkinan kemasannya juga akan ganti.
“Jadi, tidak lagi menggunakan kemasan yang sama dengan SPHP yang lebih dulu beredar di pasar. Tapi produk ini, masih dalam pembahasan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Kementerian terkait,” tandasnya.*(al/madiuntourism.com)



















