MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA) melalui kegiatan Tilik Penjaga Jalan Lintasan/PJL.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini dipimpin langsung oleh Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi. Tim Tilik PJL dengan menyambangi sejumlah perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, hingga Kabupaten Ngawi, Selasa 15 September 2026 lalu.
Tilik PJL merupakan kegiatan monitoring dan pengawasan lapangan yang secara rutin dilakukan jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi risiko operasional di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen tidak hanya melakukan pengecekan terhadap kondisi sarana dan prasarana perlintasan, tetapi juga memastikan para petugas PJL menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Disela itu, VP KAI Daop 7 Madiun’ Ali Afandi turut memberikan motivasi dan semangat kepada para frontliner yang bertugas di perlintasan. Menurut VP bahwa peran petugas PJL sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan perjalanan KA maupun pengguna jalan.
Melalui kegiatan Tilik PJL ini, KAI ingin memastikan seluruh aspek keselamatan di lapangan berjalan dengan baik. Selain itu, KAI juga memberikan semangat kepada para petugas agar senantiasa disiplin, fokus, dan menjalankan tugas sesuai SOP.
”Sebab, keselamatan perjalanan KA merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus dijaga secara konsisten,” ujarnya saat mengutip VP KAI Daop 7 Madiun’ Ali Afandi, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya selain melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi dan assessment terhadap pekerja, kegiatan Tilik PJL juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan secara random terhadap sejumlah petugas.
Pemeriksaan ini dilakukan tim kesehatan dari Klinik Mediska Madiun. Adapun pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, asam urat, hingga kadar alkohol dalam tubuh pekerja.
Pemeriksaan tersebut, dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan petugas dalam melaksanakan tugas, terutama karena pekerjaan di perlintasan membutuhkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan yang tinggi.
“Kegiatan Tilik PJL merupakan bentuk nyata pengawasan manajemen terhadap pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus upaya berkelanjutan untuk memitigasi risiko yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan KA,” katanya
Untuk itu, lanjut dia, Tilik PJL ini menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk terus memastikan seluruh petugas di perlintasan menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tentunya tidak hanya aspek administrasi dan operasional yang tim Tilik KAI periksa, tetapi juga kondisi kesehatan petugas, karena faktor manusia menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan perjalanan KA.
KAI berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kedisiplinan, kepedulian, dan kesiapsiagaan seluruh petugas PJL. Karena keselamatan dan keamanan perjalanan KA, khususnya di perlintasan sebidang, dapat senantiasa terjaga.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan perjalanan KA yang aman, nyaman, dan andal melalui penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional,” jelasnya.
Tohari menambahkan, kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkesinambungan di berbagai wilayah kerja Daop 7 Madiun. Melalui pengawasan langsung dan pemeriksaan secara rutin, KAI berupaya memastikan potensi risiko di perlintasan sebidang dapat diidentifikasi dan dikendalikan sedini mungkin.*(hms/al)



















