MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun menggelar kegiatan “Festival Literasi (Feslit) 2026” bertempat di halaman kantor dinas setempat.
Kepala Dinas Perpustakan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan program DAK (Dana Alokasi Khusus) dukungan dari Perpustakaan Nasional Tahun 2026.
Feslit kali ini gelar selama tiga hari sejak Selasa, Rabu hingga Kamis (27, 28-29 Oktober 2026 yakni pelatihan publik speaking/untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), mendongeng bagi siswa-siswi SD/MI bersama ‘Bunda Literasi yakni Ny Erni Hari Wuryanto’, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Madiun.
Selanjutnya, event tersebut ditutup dengan kegiatan Talkshow yakni dengan dialog umum termasuk ‘Transformasi Perpustakaan dan Kearsipan’ di era digitalisasi seperti sekarang ini.
“Puncaknya adalah Feslit yang sudah dilaksanakan selama tiga hari, tapi sebetulnya ada kegiatan seperti lomba perpustakaan, lomba bertutur, dan juga penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” ujarnya seusai kegiatan, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurutnya gelaran event Feslit 2026 ini merupakan bentuk dari program kita jalan, yakni mulai dari tingkat Masyarakat Desa, Kelurahan, Kecamatan, OPD maupun pada pemangku kebijakan. Hal inilah yang kita harapkan.
Seperti yang disampaikan oleh Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, tentunya dalam rangka untuk mendukung Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), kita harus intervensi semuanya.
Artinya tidak hanya dilaksanakan oleh Dinas Perpustakan dan Kearsipan saja, tapi tanpa kolaborasi dengan OPD dan masyarakat tidak mungkin bisa. Kuncinya adalah kerja sama, serta dukungan dari semua pihak.
Mengingat capaian yang pertama adalah adanya perubahan indikator penilaian, yaitu di TKM (Tingkat Kegemaran Membaca) seperti yang kita sampaikan. Di Kabupaten Madiun sendiri sudah di atas rata-rata provinsi dan nasional.
”Jadi, kita sudah berhasil. Mengingat TKM kita kalau tidak salah 39,16. Tapi, kita sudah di atas provinsi karena nasional 54,4. Sebab, keberhasilan kita bukan penghargaan, tapi dalam berbentuk dana untuk reward,” katanya.
Kus Hendrawa, menambahkan reward dalam bentuk dana itu, tidak semua Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendapatkan. Silakan di cek se-Jawa Timur, DAK non fisik itu tidak semuanya mendapatkan.
”Termasuk DAK ini. Jadi, kita adalah salah satu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jawa Timur yang tiga tahun ini berturut-turut telah dapat DAK dari Perpusnas,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Madiun’ H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa dengan keterbatasan fiskal, anggaran tetap kita berikan sesuai yang direncanakan oleh teman-teman dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.
Disamping itu, kreatifising yang kita lakukan untuk teman-teman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun adalah salah satunya mereka harus melakukan sesuatu program strategis nasional yang terkait dengan perpustakaan termasuk TP-BIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) itu dilaksanakan.
“Nanti akan mendapatkan apresiasi yaitu salah satunya adalah bantuan keuangan dari Pusat. Ini harapan kami, nanti kita juga akan mendapatkan dana bantuan tersebut,” ungkapnya.
Kemudian untuk penganggaran, lanjut Bupati, kita juga ke desa karena sudah ada mandatori yang bisa menganggarkan untuk program perpustakaan desa. Kedepannya diharapkan, nanti bisa mengakses. Tentunya kalau saat ini, kita bisa kolaborasi?
“Saya pikir tidak akan sulit untuk bisa menyiapkan perpustakaan atau pojok baca di desa. Mungkin juga akan disediakan tv agak lebar, kemudian dikoneksikan dengan teman-teman yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tinggal baca saja sudah bisa,” jelasnya.

Apalagi, Bupati menambahkan bahwa kita setiap saat selalu mendapatkan bantuan 1.000 buku-buku dari Perpustakaan Nasional. Itu bisa kita sebarkan manfaatnya.
“Sekali lagi, kami komitmen dan perkenankan Pemerintah Desa (Pemdes) bisa mengalokasikan dari anggaran desa untuk perpustakaan atau pojok baca di setiap desanya masing-masing,” tandas mas Hari, akrab disapa.*(al/madiuntourism.com)



















