Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Agar Arsitektur Naik Level

Kamis, 8 Januari 2026

Jakarta, 7 Januari 2026 — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membahas peluang kolaborasi untuk mendukung ARCH:ID 2026, forum dan pameran arsitektur tahunan yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menilai kegiatan ini penting untuk menunjukkan inovasi arsitektur.

“ARCH:ID menjadi platform penting untuk menampilkan inovasi arsitektur dan mendorong kolaborasi nyata antar subsektor. Arsitektur juga berpotensi menjadi the new engine of growth bagi ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menerima audiensi IAI di Autograph Tower, Jakarta pada Rabu (7/1),

Wamen Ekraf Irene menegaskan bahwa arsitektur memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif, khususnya dalam pemanfaatan ruang publik sebagai medium kolaborasi lintas subsektor, mulai dari desain komunikasi visual, interior, produk & furnitur, seni rupa, hingga pengembangan IP (Intellectual Property). Menurut Wamen Ekraf Irene, keterhubungan ini menjadi kunci untuk menghadirkan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bernilai dan berdampak bagi masyarakat.

“Kita ingin meng-elevate event ini ke level berikutnya. Bukan hanya diskusi, tapi membuka peluang kolaborasi nyata. Arsitektur harus hadir sebagai bagian dari solusi, sekaligus penggerak ekosistem kreatif,” tambah Wamen Ekraf Irene.

Menurut Wamen Ekraf Irene, ARCH:ID berpotensi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan arsitek, desainer, pemerintah, dan pelaku industri kreatif melalui pendekatan aplikatif, seperti sesi matchmaking, showcase ruang publik, serta simulasi gagasan desain yang relevan dengan kebutuhan kota. ARCH:ID 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23–26 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dan menjadi edisi keenam sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020.

Firman S. Herwanto selaku Wakil Ketua IAI sekaligus Direktur Program ARCH:ID, menjelaskan bahwa ARCH:ID 2026 mengangkat tema ‘Skema Sintesa’ yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kesinambungan dalam praktik arsitektur, terutama dalam konteks perkotaan dan ekologi. Tema ini sejalan dengan semangat Kementerian Ekraf dalam mendorong kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif.

“Hari ini arsitektur tidak lagi bersifat individual. Perannya berkembang menjadi fasilitator bagi ekosistem industri kreatif. Skema Sintesa lahir dari kesadaran bahwa tantangan arsitektur saling terhubung dan hanya bisa dijawab melalui kerja kolaboratif,” ujar Firman.

Firman juga menyoroti semakin kuatnya peran arsitek perempuan dalam lanskap arsitektur Indonesia, yang kini semakin terlihat dan mendapatkan ruang dalam perumusan gagasan besar ARCH:ID 2026. Dalam kesempatan audiensi, IAI menyampaikan keinginannya agar Kementerian Ekraf dapat mendukung ARCH:ID secara berkelanjutan, termasuk penguatan jejaring internasional dan diskursus kebijakan perkotaan. IAI juga membuka peluang bagi Wamen Ekraf Irene untuk berpartisipasi dalam rangkaian ARCH:ID Conference 2026.

Melalui potensi kolaborasi ini, Kementerian Ekraf menargetkan arsitektur semakin diakui sebagai bagian integral dari ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ruang kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan.*(sumber:ekraf.go.id)

error: