Menjalin Usaha Bersama

logo

Lumbung Emas Ekraf dari Daerah, Kementerian Ekraf Siap Bantu Enrekang Naik Kelas

Jumat, 19 Desember 2025

Jakarta, 19 Desember 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya kembali menekankan pentingnya pengembangan potensi ekonomi kreatif dari daerah. Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Ekraf/Badan Ekraf hadir memberikan pendampingan agar potensi itu bisa dimaksimalkan.

“Memang dari awal kita menyadari betapa pentingnya mengembangkan potensi daerah, karena kita percaya lumbung emas ekonomi kreatif justru banyak berada di daerah,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi dari Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga di Jakarta pada Jumat, 19 Desember 2025.

Dalam audiensi itu, Bupati Yusuf menyatakan kesiapan Kabupaten Enrekang menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai sumber pendapatan utama daerah berbasis potensi lokal. Terlebih, Enrekang berada di Sulawesi Selatan yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky turut mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah sangat penting untuk memetakan pelaku ekraf. Kemudian pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Ekraf pun berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif daerah melalui skema pembiayaan dan kebijakan afirmatif yang akan membantu pemerinta daerah menjadikan sumber utama lahirnya karya kreatif bernilai tambah tinggi serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.

“Untuk mempercepat hal tersebut, saat ini tersedia KUR (Kredit Usaha Rakyat) industri kreatif berbasis KI (Kekayaan Intelektual), dengan syarat memiliki merek dagang atau KI terdaftar di Kementerian Hukum, yang dapat diakses hingga Rp 500 juta,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Kabupaten Enrekang memiliki luas wilayah 1.786,01 kilometer persegi atau sekitar 2,83 persen dari total luas Provinsi Sulawesi Selatan. Pengembangan ekonomi kreatif di wilayah ini bertumpu pada sejumlah subsektor unggulan, seperti kuliner berbasis lokal, kriya, fesyen, serta seni dan budaya yang tumbuh dari kearifan lokal. Bupati Yusuf menyebut Enrekang memiliki potensi ekonomi kreatif yang beragam dan siap dikembangkan secara terarah.

“Banyak hal yang ingin kami lakukan di bidang ekonomi kreatif. Kami punya potensi luar biasa, mulai dari makanan, wisata kreatif, hingga seni tari. Perkembangan zaman juga menghadirkan banyak konten kreator, sehingga kami merencanakan pelatihan bagi YouTuber atau influencer untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif Enrekang,” ujarnya.

Audiensi ini juga menjadi forum awal penjajakan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Pemkab Enrekang dalam penguatan kapasitas pelaku, akses pembiayaan, serta pengembangan pasar produk kreatif berbasis daerah.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang Ikbar Ashadi dan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Muhammad Naim. Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala.*(sumber:ekraf.go.id)

error: