Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf dan Pemerintah Tailan Bahas Pembaruan Kerja Sama Ekonomi Kreatif

Sabtu, 14 Februari 2026

Jakarta, 13 Februari 2026 Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif menerima kunjungan delegasi pemerintah Tailan dari Office of the Public Sector Development Commission.

Pertemuan yang diadakan di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, kedua perwakilan negara sepakat mengenai pembaruan atas Memorandum Saling Pengertian (MoU) kerja sama di Bidang Industri Kreatif Indonesia–Tailan yang ditandatangani pada 2019 dan telah berakhir pada 2025 agar lebih relevan dengan perkembangan industri saat ini.

MoU antara Indonesia dan Tailan tentang Kerja Sama di Bidang Industri Kreatif yang ditandatangani pada 2019 merupakan landasan awal penguatan ekosistem kreatif di Asia Tenggara melalui berbagai subsektor serta pertukaran kebijakan, pengembangan kapasitas SDM, dan pemanfaatan teknologi digital. Seiring perkembangan industri kreatif global, kedua negara memandang perlu adanya pembaruan dan penguatan implementasi kerja sama tersebut agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dan peluang kolaborasi saat ini.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat menegaskan bahwa Tailan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif. Merujuk pada data BKPM yang diolah kembali oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Ekraf, nilai perdagangan sektor ekonomi kreatif ke Tailan mencapai 1,54 miliar AS Dolar pada Januari-November 2025 dengan sektor unggulan yaitu kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen.

“Tailan merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara. Kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperbarui dan mengkalibrasi kembali kolaborasi agar tercipta kemitraan yang lebih kuat, sekaligus mempererat hubungan antarnegara dan masyarakat,” ujar Agus pada Jumat (13/2).

Kedua negara juga membahas sejumlah peluang kolaborasi konkret, antara lain partisipasi Indonesia dalam Grand Halal Bangkok sebagai platform penguatan produk kreatif halal, pengembangan kerja sama produksi bersama melalui Thai–Indonesian Film Festival, serta kolaborasi industri gim melalui gamescom asia x Thailand Game Show untuk memperluas pasar dan investasi sektor digital.

Selain itu, Indonesia menegaskan posisinya dalam ekonomi kreatif global yang berbasis pada kekayaan budaya yang beragam, sekaligus mendorong pengembangan keunggulan ekonomi kreatif daerah sebagai sumber inovasi dan nilai tambah ekonomi.

“Ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan budaya dan potensi daerah. Kami mendorong penguatan ekosistem kreatif melalui pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan. Dengan model ini, kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang tumbuh dari daerah dan berdampak secara nasional,” jelas Agus.

Indonesia turut mengundang partisipasi Tailan dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan diselenggarakan Indonesia tahun ini sebagai forum global untuk mempromosikan ekonomi kreatif sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Tailan di Jakarta, Hathaichanok Frumau, sepakat bahwa sektor ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional, dan MoU dengan Indonesia sebagai partner strategis harus segera ditindaklanjuti secara aktif.

“Ekonomi kreatif merupakan sektor penting bagi pertumbuhan ekonomi kami. Untuk mencapai kemitraan strategis yang lebih kuat, kerja sama antara Tailan dan Indonesia perlu diperbarui dan diaktifkan kembali sesuai perkembangan industri saat ini. Kami berharap dapat mempercepat implementasi kerja sama serta memperluas kolaborasi agar kedua negara dapat menjadi pemain global dalam ekonomi kreatif,” ujar Hatchaihanok

Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari the Office of Public Sector Development Commission Kerajaan Tailand yang melakukan study visit untuk mempelajari strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia dari sisi perencanaan strategis dan diplomasi soft power. Delegasi Tailan juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama konkret, termasuk pertukaran investasi, pengembangan industri konten digital dan gim, serta partisipasi dalam agenda strategis kedua negara guna memperkuat posisi Indonesia dan Tailan sebagai pemain global dalam ekonomi kreatif.

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Tailan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat dialog dan menjajaki pengembangan kerja sama ekonomi kreatif dengan mitra negara strategis. Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat mendorong inovasi, memperluas peluang pasar global, serta memperkuat kontribusi ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala.*(sumber:ekraf.go.id)

error: