Menjalin Usaha Bersama

logo

Rayakan Imlek Makin Seru di Jogja! Ini Keseruan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XXI

Senin, 23 Februari 2026

INDONESIA – Perayaan tahun baru Imlek selalu disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah di penjuru nusantara. Dalam hal ini, Yogyakarta juga punya caranya sendiri untuk memeriahkan tradisi tahunan ini dengan menyelenggarakan event menarik.

Gelaran tersebut bernama Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI. Acara yang terselenggara berkat kolaborasi antara Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC) dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta serta didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 3 Maret 2026.

Bagi kamu yang berencana datang ke Yogyakarta untuk menikmati suasana tahun baru Imlek di sana, berikut ini sejumlah informasi seputar penyelenggaraan event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI.

Digelar Ke-21 Kalinya dengan Suguhan Tema Menarik

Memasuki tahun ke-21 penyelenggaraan, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang berlangsung selama tujuh hari ini akan diadakan di dua tempat yakni di kawasan Kampoeng Ketandan Malioboro dan Jalan Suryatmajan, Kota Yogyakarta.

Di tahun ini gelaran acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) mengangkat tema Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa. Dalam hal ini, pihak penyelenggara ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi pondasi penting dalam membentuk jati diri, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan bangsa.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Imlek kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Di sini akan ada beragam kegiatan ngabuburit dan pembagian takjil yang pastinya bikin suasana terasa lebih seru.

Hadirkan Malioboro Imlek Carnival yang Meriah

Salah satu rangkaian acara yang paling dinantikan di event ini adalah pertunjukan Malioboro Imlek Carnival. Karnaval Budaya ini berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026 dan dimulai pukul 20.00 WIB. Pertunjukan yang menampilkan kolaborasi seni Tionghoa dan budaya lokal ini menempuh jarak kurang lebih sejauh 1,8 km dari Gedung DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer.

Selama rangkaian acara ini berlangsung, kamu bisa melihat pertunjukan Barongsai dan Liong yang ikonik. Selain itu ada pula pertunjukan parade yang menampilkan perpaduan seni wastra dan kriya. Acara ini menjadi momen istimewa untuk merasakan langsung kekayaan budaya dalam suasana yang meriah dan penuh warna, sekaligus kesempatan sempurna berburu spot foto menarik.

Terdapat Beragam Perlombaan Seru dengan Hadiah Menarik 

Selain ada pertunjukan budaya, di sini kamu bisa ikutan beragam perlombaan seru dan menarik sesuai kategori usianya. Beberapa perlombaan tersebut di antaranya Kid Modern Dance Competition, Lomba Tari Kreasi, Competition Chinese Costume, serta Lomba Menyanyi Lagu Mandarin.

Ajang kompetisi ini tak hanya menjadi wadah menyalurkan bakat dan kreativitas, tetapi juga membuka kesempatan emas untuk mengenalkan anak agar bisa tampil percaya diri di hadapan publik. Di samping itu, kamu bisa membawa pulang hadiah menarik serta pengalaman tak terlupakan.

Ratusan Stand Makanan Siap Memanjakan Lidahmu

Dari tahun ke tahun, acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) dikenal dengan bazar kulinernya yang beragam dan pastinya siap memanjakan lidahmu. Di tahun ini ada sekitar 172 stand makanan dan minuman. Deretan stand tersebut menawarkan cita rasa kuliner khas Tionghoa hingga makanan lokal dan street food.

Nah, karena penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, pihak penyelenggara pun menjamin ketersediaan makanan di sana halal untuk dikonsumsi. Hal tersebut karena bazar kuliner itu telah menerapkan sistem zona halal dan non halal secara terpisah.

Setelah Menghabiskan Waktu di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Mari Jelajahi Destinasi Wisata Menarik di Yogyakarta!

Mengenal Sejarah Kebudayaan Jawa di Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Yogyakarta yang berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan, pusat pemerintahan, dan pelestarian budaya Jawa. Mempunyai luas sekitar 14.000 meter persegi, kompleks bangunan Keraton Yogyakarta ada area privasi khusus keluarga Sultan. Jadi tidak semua bangunan bisa dibuka untuk wisatawan. Hanya beberapa bagian bangunan saja yang diperbolehkan masuk.

Selama berada di Keraton Yogyakarta, kamu bisa melihat banyak sekali benda peninggalan kesultanan keraton seperti koleksi seragam abdi dalem, diorama upacara kesultanan, gamelan pusaka dan juga senjata tradisional keris. Di ruangan berbeda, kamu juga bisa melihat koleksi lain seperti kereta kerajaan, pelana kuda serta naskah pusaka yang ditulis dalam tulisan tangan yang indah.

Sekedar informasi, untuk bisa menikmati suasana Kraton Yogyakarta, kamu terlebih dahulu harus membeli tiketnya. Harga tiket masuk adalah Rp 15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak di bawah usia 1 tahun belum dikenakan biaya tiket masuk.

Jam operasional Kraton Yogyakarta ini buka dari Hari Selasa hingga Minggu pada pukul 08.30 – 14.30 WIB. Jika ingin datang ke sini diharapkan untuk menjaga adab dalam berpakaian. Tidak diperkenankan untuk mengenakan celana pendek.

Walau dalam kunjungan ini tergolong singkat, tapi dari sini kamu bisa memperoleh wawasan mendalam tentang filosofi hidup masyarakat Jawa, struktur pemerintahan tradisional, serta nilai-nilai luhur yang masih dijaga hingga kini. Pengalaman ini tentunya diharapkan dapat memperkaya pemahaman budaya sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan sejarah Nusantara.

Menikmati Udara Segar Perbukitan di Puncak Becici

Bosan dengan hiruk pikuk perkotaan Yogyakarta? Kamu bisa memilih untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata menarik bernama Puncak Becici. Lokasinya berada di Gunung Cilik, Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jika kamu dari Kota Yogyakarta, jarak tempuh menuju Puncak Becici juga cukup mudah untuk dijangkau. Jaraknya sekitar 26 km dengan waktu tempuhnya sekitar 55 menit jika menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor. Rute yang bisa diambil adalah melalui Jalan Imogiri Timur menuju kawasan Dlingo. Setelah melewati Hutan Pinus Mangunan, perjalanan dilanjutkan hingga menemukan papan petunjuk menuju Puncak Becici. Alternatif lainnya adalah melalui Jalan Wonosari menuju Pathuk, lalu berbelok ke arah Dlingo.

Saat berada di sini, kamu bisa melakukan beragam aktivitas seru antara lain adalah main flying fox, naik Jeep Wisata, mendirikan tenda atau sekedar menikmati keindahan sunset memukau.

Untuk bisa menikmati suasana sejuk di Puncak Becici, kamu harus terlebih dahulu membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orang, sementara biaya parkir berkisar antara Rp 2.500 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan pengelola.

Melakukan Aktivitas Memacu Adrenalin di Goa Jomblang

Terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Goa Jomblang merupakan goa vertikal yang terbentuk akibat runtuhnya tanah dan vegetasi karena proses geologi.

Bagi kamu yang hobi melakukan aktivitas memacu adrenalin, kayaknya destinasi wisata ini emang cocok banget. Soalnya di sini kamu bisa melakukan aktivitas vertikal caving yang seru banget! Bagi para pemula, kamu bisa melewati jalur 15 meter. Sedangkan bagi yang sudah berpengalaman dapat melewati jalur setinggi 40 meter bahkan hingga 80 meter.

Bagi kamu yang baru pertama kali ke sini, tidak perlu khawatir. Pihak pengelola telah menyiapkan perlengkapan standar keamanan serta pemandu yang berpengalaman di bidangnya. Untuk penyewaan alat untuk vertikal caving dibanderol mulai dari Rp 450.000 hingga Rp 1.000.000.

Itulah beberapa ulasan singkat dari penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI. Ikuti akun Instagram resmi @eventbyindonesia untuk mengetahui informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya?

Yuk, liburan #DiIndonesiaAja agar lebih mengenal keindahan Indonesia melalui event serta mendukung peningkatan perekonomian di Indonesia. Supaya kamu tidak ketinggalan informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya, jangan lupa kunjungi juga situs indonesia.travel ya!.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: