Jakarta, 23 Desember 2025 – Industri kriya menjadi salah satu subsektor unggulan ekonomi kreatif dengan kontribusi ekspor mencapai 11,1 juta dolar AS. Sejalan dengan potensi tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) sebagai pameran furnitur dan kriya bertaraf internasional yang berperan strategis dalam mendorong produk kreatif nasional menembus pasar global.
“Kehadiran Kementerian Ekraf salah satunya karena kami lebih fokus pada akselerasi dibanding inkubasi, yakni membantu pelaku usaha naik kelas dan masuk pasar internasional,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, JIFFINA sejalan dengan peran Kementerian Ekraf sebagai akselerator pengembangan usaha kreatif. JIFFINA merupakan pameran furnitur dan kerajinan internasional yang rutin digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Penyelenggaraan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dinilai strategis karena kedua wilayah tersebut merupakan sentra industri furnitur dan kriya nasional, sehingga pelaku ekonomi kreatif daerah memiliki akses pameran global dengan biaya lebih terjangkau.
Keberadaan JIFFINA juga membuktikan bahwa pameran internasional tidak selalu harus terpusat di Jakarta. Fakta di lapangan menunjukkan minat buyer mancanegara tetap tinggi untuk datang langsung ke Yogyakarta, sekaligus membuka peluang pemerataan aktivitas ekonomi kreatif di daerah.
Direktur Utama PT Jiffina Internasional Perkasa Yuli Sugianto menjelaskan bahwa JIFFINA berfungsi sebagai platform perdagangan dan ekspor yang menjembatani pegiat ekraf furnitur dan kriya dengan pembeli internasional. Selain itu, JIFFINA mendorong nilai tambah melalui inovasi desain berkelanjutan, kolaborasi desainer muda, serta menghadirkan program factory visit bagi buyer.
“JIFFINA berfokus pada pasar internasional. Pembeli datang dari berbagai negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, India, Timur Tengah, Afrika Utara, Jepang, Malaysia, hingga Singapura. Pada pelaksanaan tahun 2018, total transaksi yang tercatat mencapai 46 juta dolar AS,” jelasnya.
Audiensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder dalam memperkuat posisi subsektor kriya sebagai salah satu tulang punggung ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkuat branding produk kriya nasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Direktur Kriya Kementerian Ekraf Neli Yana.*(sumber:ekraf.go.id)



















