MADIUN – Masuk pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026, PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) kepada guru ngaji Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Ponorogo.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan dalam rangka memuliakan bulan suci Ramadhan sekaligus menyambut Idul Fitri 1447 H, KAI Daop 7 Madiun kembali menunjukkan kepedulian sosialnya.
Melalui program TJSL, KAI mengimplementasikan program Bina Lingkungan yang berfokus pada dukungan masyarakat (KAI Dungmas) untuk wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
Penyaluran Bantuan Bingkisan Ramadhan
Untuk itu, KAI Daop 7 Madiun telah menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta yang diwujudkan dalam bentuk bingkisan Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Bantuan tersebut, secara khusus ditujukan kepada para guru ngaji di Ponpes Gontor Ponorogo. Hal ini, tentunya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pendidikan Agama Islam.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh manajemen KAI Daop 7 Madiun, dan diterima langsung perwakilan Ponpes Gontor Ponorogo, Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd.
“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen KAI terhadap pengelolaan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, KAI ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian bagi para pejuang pendidikan Al-Qur’an.
Tujuan Penyaluran Bantuan
Tentunya program ini, juga mengusung beberapa misi utama dalam memperkuat hubungan antara BUMN dan lembaga pendidikan, di antaranya:
-Apresiasi & Kepedulian: Memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru ngaji atas pengabdiannya.
-Meringankan Kebutuhan: Membantu pemenuhan kebutuhan para guru ngaji menjelang hari raya Idul Fitri.
-Penguatan Pendidikan: Mendukung keberlanjutan peran pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
-Sinergi Sosial: Membangun hubungan yang harmonis dan kolaboratif antara lembaga pendidikan Islam dan BUMN.
Komitmen Keberlanjutan KAI
”Program TJSL ini, tentunya sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan. KAI berupaya menjaga keseimbangan antara operasional bisnis, dan tanggung jawab moral kepada lingkungan sosial,” katanya.
Tohari menambahkan dengan melalui program Bina Lingkungan ini, KAI berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan sosial masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi para penerima, serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan semangat berbagi,” tandasnya, lagi.*(hms/al)



















