Menjalin Usaha Bersama

logo

Perjalanan NDX A.K.A, Bawa Hiphop Dangdut Berbahasa Jawa Jadi Fenomena

Senin, 26 Januari 2026

INDONESIA – Dalam deru industri musik digital, hiphop dangdut berbahasa Jawa milik NDX A.K.A menjelma menjadi fenomena. Video klip “Nemen Hiphop Dangdut Version [Official Lyric Video]” melesat menembus 213 juta kali penayangan di Youtube.

Lagu ini dibawakan dalam bahasa jawa, dengan memadukan hip hop, rap, dan unsur musik jawa yang menjadi ciri khas karya-karyanya. Perpaduan tersebut menjadikan musik mereka dekat dengan generasi muda tanpa melepaskan akar budaya lokal.

Karya-karya NDX AKA menunjukkan bahwa bahasa daerah bukanlah penghalang untuk bersaing di industri musik nasional. Justru sebaliknya, lirik berbahasa Jawa menjadi kekuatan utama yang membedakan mereka.

Lagu-lagu seperti “Nemen”, “Ngertonono Ati”, “Ditinggal Rabi”, hingga “Bojoku Digondol Bojone” berhasil menjadi anthem anak muda karena mengangkat kisah cinta, kesetiaan, dan patah hati dengan bahasa yang sederhana, jujur dan dekat dengan realitas pendengarnya.

Konsistensi NDX AKA dalam mengembangkan musik dalam bahasa daerah juga mendapatkan pengakuan nasional. Pada Indonesian Dangdut Awards 2025, duo asal Yogyakarta ini meraih penghargaan Video Klip Daerah Terpopuler melalui lagu Ropang yang berkolaborasi dengan Denny Caknan. Capaian ini menegaskan posisi NDX AKA sebagai musisi yang mampu menjembatani tradisi dan selera musik masa kini.

NDX AKA terdiri dari Yonan Friska Damara dan Fajar Ari, dua musisi yang merintis karir dari latar belakang sederhana. Sebelum dikenal luas, keduanya sempat bekerja sebagai kuli bangunan. Dari penghasilan ini, mereka menyisihkan uang untuk merekam lagu-lagu sendiri.

Penampilan perdana NDX AKA berlangsung sederhana di belakang Stasiun TVRI Yogyakarta dengan bayaran 75 ribu. Dari panggung itulah perjalanan besar mereka dimulai. Popularitas NDX AKA mulai menanjak sejak perilisan video klip “Bojoku Digondol Bojone” pada 2014. Sejak saat itu, karya-karya mereka terus menemukan tempat di hati penggemar yang menamakan diri Familia dan Ladyfam.

Identitas NDX AKA semakin kuat melalui lagu-lagu berbahasa Jawa dengan balutan hiphop dan rap serta sentuhan unsur musik tradisi. Lagu “Pamit Kerjo” mengisahkan komitmen dan kesetiaan dalam hubungan di tengah berbagai kesulitan hidup. Sementara “Ditinggal Rabi” merefleksikan luka sekaligus keteguhan hati dalam menghadapi perpisahan.

Perjalanan NDX AKA mencerminkan besarnya potensi subsektor musik sebagai penggerak ekonomi kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong musisi Tanah Air untuk berinovasi, memperluas jangkauan audiens, dan menghadirkan karya yang berakar pada identitas budaya.

Kisah NDX AKA membuktikan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium ekspresi, peluang ekonomi, serta kebanggaan budaya yang tumbuh dari lokal menuju panggung nasional.*(sumber:ekraf.go.id)

error: