Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf Apresiasi Desainer Lewat Ekraf Design Awards Bawa Semangat Kolaborasi

Kamis, 4 Desember 2025

Jakarta, 4 Desember 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengapresiasi para desainer melalui Ekraf Design Awards 2025. Ajang penghargaan eksklusif itu mendorong talenta-talenta kreatif yang sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Ajang penghargaan yang menjadi bagian dari Ekraf Design Festival (EDF) 2025 ini berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. EDF 2025 diharapkan menjadi langkah awal yang dirancang sebagai wadah pertemuan antara arsitek, desainer produk, desainer interior, dan desainer grafis.

“Kami mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibawa dari EDF 2025 yang bisa dilihat bukan hanya dari satu subsektor saja, tapi ada empat subsektor yang saling terhubung untuk networking,” kata Wamen Ekraf Irene Umar di Galeri Emiria Soenassa, TIM pada Kamis, 4 Desember 2025.

Awalnya melalui proses open call didapatkan 97 pendaftar yang terdiri dari 12 arsitek, 19 desainer interior, 25 desainer produk, dan 41 desainer komunikasi visual. Mereka kemudian disaring menjadi 20 desainer terpilih yang melalui proses Design Camp dan presentasi karya secara personal dan tim.

“Ada 20 desainer terpilih yang menempatkan ekonomi kreatif dalam karya-karya desain yang tangguh. Apalagi tema Empathetic Resilience yang berarti menuju sustainability point,” ungkap Wamen Ekraf Irene.

Kementerian Ekraf meyakini setiap desain dan inovasi yang hadir mampu membuka akses lebih luas bagi talenta kreatif untuk memasarkan karya serta memperluas jaringan secara profesional. Wamen Ekraf Irene pun menekankan keberlanjutan sebagai kunci ekonomi kreatif terus berkembang.

“Sebenarnya unique selling point atau USP dari Indonesia yang dipamerkan bisa dilakukan translasi ke dalam bentuk desain yang mengingatkan kita untuk know ourselves, love ourselves, and hence we can be ourselves. Pada saat kita mencari USP tersebut, maka tujuannya untuk mencari identitas diri sendiri sehingga kecintaan kita terhadap Indonesia tetap terbentuk dalam setiap karya desain yang dihasilkan,” tambah Wamen Ekraf Irene.

“EDF 2025 merupakan program kolaboratif yang diharapkan dapat menjadi ruang showcase and networking bagi para desainer. EDF juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk menciptakan industri kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami mengucapkan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan EDF yang pertama kali diadakan ini,” imbuh Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf Sabar Norma Megawati Panjaitan.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para desainer yang inovatif, maka diberikan beberapa penghargaan untuk kategori:

1.Desainer Terbaik Subsektor Arsitektur: Muhammad Alim Hanafi

2.Desainer Terbaik Subsektor Desain Interior: Dendy Revolusi

3.Desainer Terbaik Subsektor Desain Komunikasi Visual: Mochammad Rizky Candias

4.Desainer Terbaik Subsektor Desain Produk: Heri Supriyanto

5.Konsep Dampak Ekonomi Terbaik: Drift Design Lab (Judul Karya: Lerai)

6.Konsep Dampak Sosial Terbaik: Studio A (Judul Karya: Mopo)

7.Konsep Dampak Lingkungan Terbaik: Collective Circle (Judul Karya: Ka.na.mi)

8.Konsep Kolaborasi Multi Disiplin Terbaik: UD. Makmur (Judul Karya: Pos Temu)

9.Konsep Dampak Terlengkap secara umum Terbaik: Co.rela.si (Judul Karya: Penduduk)

Selain memberikan penghargaan, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf Yuke Sri Rahayu juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan lima asosiasi profesi desain di Indonesia seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), dan Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA).

Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene dalam kegiatan tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Staf Khusus Menteri Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi Muhammad Yanuar Pranuradhi, Direktur Fesyen Romi Astuti, serta Direktur Musik Muhammad Amin. Tampak hadir pula jajaran steering committee, para kurator, perwakilan ketua asosiasi, dan pihak sponsor (Indonesia Design District, Parongpong RAW Lab, Every Collections, serta Paragon Corp).*(sumber:ekraf.go.id)

error: