Menjalin Usaha Bersama

logo

Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan: Siapkan 54 KA Tambahan Untuk Angkutan Nataru 2025/2026

Rabu, 3 Desember 2025

MADIUN – Dalam rangka masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) melakukan inspeksi di Wilayah Utara maupun Selatan, termasuk juga di Stasiun Madiun yang merupakan Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.

Sekitar pukul 15.15 Wib, jajaran Direksi KAI tiba di Stasiun Madiun. Wakil Direktur Utama PT KAI (Persero), Dody Budiawan didampingi Heru Kuswanto yang merupakan Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana PT KAI (Persero) menyempatkan untuk berinteraksi bersama pegawai KAI Daop 7 Madiun hingga menyapa serta menyerahkan bingkisan kepada sejumlah penumpang yang tengah menunggu KA di Stasiun Madiun.

“Hasil inspeksi semua wilayah di masing-masing Daop, berjalan dengan baik. Ini pun masuk rangkaian kegiatan untuk persiapan Nataru 2025/2026, kita cek jalur KA yang ada di wilayah utara maupun selatan,” kata Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan saat kunjungan kerja (kunker) di Daop 7 Madiun, Rabu 3 November 2025.

Terkait persiapan Angkutan Nataru, Lanjut dia, pihaknya ingin memastikan ‘apa-apa’ yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan di masing-masing Daop. Apakah ini, memang benar-benar sudah selesai, bahkan siap untuk melayani kegiatan Nataru 2025/2026?

Untuk itulah, pelayanan kepada masyarakat khususnya pelanggan KAI terus kita tingkatkan. Berkaitan dengan Angkutan Nataru, KAI telah menyiapkan kereta api (KA) tambahan sebanyak 54 KA. Bahkan dari total 54 KA itu saja, terdapat sekitar 3,8 juta tempat duduk atau TD.

Sedangkan yang total 1,5 jutanya, itu kita diskon 30% yakni sejak tanggal 1 Desember 2025 sampai dengan tanggal 20 Januari 2026 nanti, atau selama angkutan Nataru 2025/2026.

“Untuk melakukan perjalanan selama angkutan Nataru, silakan masyarakat khususnya pelanggan KAI segera manfaatkan diskon tiket KA dari sekarang,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama melakukan kunker di Daop 7 Madiun juga melakukan pengecekan pelayanan yang ada di Stasiun Madiun. Karena, kita ingin memastikan saat Nataru, pelayanan sudah siapa.

Mengingat nantinya, kita juga akan menerima penumpang KA dari daerah-daerah lain ke stasiun seperti Stasiun Madiun ini. Diharapkan kita siap melayani, dan tidak ada yang kurang. Mudah-mudahan pelayanan KAI, juga bisa memuaskan para penumpang KA yang datang di masing-masing stasiun.

Selain itu, KAI juga telah menyiapkan tempat air minum untuk pelanggan KAI. Air minum yang ada di stasiun, tentu digratiskan dengan cara mengisi sendiri pada tempat atau tumbler yang di bawa oleh setiap penumpang KA.

“Jadi, mau ngisi air minum satu termos ya boleh, monggo. Atau bawa galon, juga bisa. Free pak, jadi airnya bisa panas juga bisa dingin. Saya mengimbau kepada setiap penumpang KA, untuk selalu menjaga barang miliknya. Jangan sampai tumblernya hilang atau tertinggal,” jelas Dody.

Disinggung terkait daerah rawan banjir khususnya jalur yang dilewati KA, penanganannya seperti apa?

Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana PT KAI (Persero), Heru Kuswanto menegaskan setiap daerah rawan banjir adalah bagian dari mitigasi risiko. Untuk itu, pihaknya segera melakukan pemetaan hazard atau menggambarkan secara visual.

Namun, terkait prasarana kita ada yang namanya Dapsus (daerah perhatian/pantauan khusus) juga petakan. Kemudian kita mitigasi, apa langkahnya? Salah satunya adalah kita melakukan penjagaan, bahkan juga penjagaan extra. Hingga ini, hampir penjagaan sudah ada petugasnya di titik-titik tertentu.

Extranya ketika, contoh hujan deras, kita keluar. Artinya jam berapa pun kita keluar 24 jam untuk memeriksa keadaan. Tahun ini, kita sudah menambahkan petugas extra sebanyak 1.198 orang, terbagi untuk penjagaan perlintasan.

Kemudian untuk penjagaan Dapsus di area-area rawan banjir ataupun longsor. Petugas juga di tambah untuk pemeriksaan jalan total 1.128 orang selama Nataru 2025/2026 atau selama satu bulan ini.

“Daerah rawan banjir di Daop 7 Madiun, hanya ada dua titik yaitu mulai dari Walikukun-Ngawi sampai Welingi-Blitar. Kalau di Daop 6 Yogyakarta, tadi tidak ada. Yang banyak mungkin di Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, dan Daop 4 Semarang,” tandasnya.

Heru memaparkan di wilayah KAI Daop 7 Madiun sendiri, terdapat dua titik rawan banjir. Untuk tanggap daruratnya, maka dibuatkan posko di lokasi itu untuk pengawasan selama 24 jam.

Beberapa daerah rawan longsor, KAI juga memasang alat. Alat dari Jepang ini untuk memonitor DPMS (Differential Pressure Monitoring System), juga sudah ada. Bahkan beberapa tempat yang punya riwayat, KAI juga sudah memasang alat untuk memonitor rel, sehingga tidak panas dan akan terkontrol.

“Terkait perlintasan yang tak terjaga petugas, tentu ada prioritas ya. Kita sudah punya petanya, mana yang rawan? Kita prioritaskan, bahkan di tambah petugas untuk melakukan monitor setiap perlintasan tak terjaga. Mitigasinya seperti itu,” ungkapnya.*(al/madiuntourism.com)

Cover : Wakil Direktur Utama PT KAI (Persero), Dody Budiawan.

error: