MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat perannya dalam menciptakan ekosistem transportasi yang terintegrasi.
Keberhasilan ini tercermin dari performa layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) yang sukses melayani 180.810 pelanggan sepanjang Triwulan I Tahun 2026, mempertegas fungsinya sebagai penghubung utama antarmoda di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
”KA BIAS hadir untuk memudahkan masyarakat dalam perjalanan antara jalur darat dan udara, juga sekaligus memfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk mobilisasi dengan tarif sangat terjangkau,” ujar Tohari, manager KAI Daop 7 Madiun, Minggu 19 April 2026.
Menurutnya, fokus utama KAI adalah menghadirkan seamless experience bagi masyarakat.
Sebab itu, dengan hadirnya KA BIAS relasi Madiun–Bandara Adi Soemarmo PP, penumpang pesawat dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta api (KA) secara tepat waktu, nyaman, dan terjangkau.
Begitu pula sebaliknya bagi warga Madiun dan sekitarnya yang ingin menuju bandara tersebut.
Capaian Positif Integrasi Antarmoda
Efektivitas konektivitas ini, terlihat dari pertumbuhan volume pelanggan yang signifikan pada periode Januari hingga Maret 2026, yakni tercatat sebanyak 180.810 pelanggan yang terdiri dari keberangkatan sebanyak 92.390 pelanggan, dan kedatangan 88.420 pelanggan.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 31% dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2025 lalu, yang tercatat total 138.372 pelanggan. Angka itu terdiri dari 70.567 pelanggan naik, dan 67.805 pelanggan turun/tiba.
“Peningkatan ini, membuktikan bahwa masyarakat semakin mengandalkan KA sebagai akses utama menuju gerbang transportasi udara sekaligus mobilisasi,” katanya.
Perluasan Akses hingga Stasiun Caruban
Selain itu, lanjut dia, tentunya sinergi antarmoda ini semakin diperkuat dengan langkah strategis KAI yang memperpanjang rute KA BIAS hingga ke Stasiun Caruban sejak HUT RI ke-80 Tahun 2025 lalu.
Kebijakan ini, juga memudahkan aksesibilitas bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun untuk terhubung langsung dengan jaringan transportasi regional dan internasional.
KAI melihat bahwa kemudahan akses dari Stasiun Caruban memberikan dampak besar. Sehingga, masyarakat kini memiliki pilihan transportasi yang lebih cerdas tanpa harus terjebak kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Komitmen Transportasi Berkelanjutan
“Pemanfaatan integrasi antarmoda melalui KA BIAS ini, juga selaras dengan komitmen KAI terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),” jelasnya.
Tohari, menambahkan dengan beralihnya pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum terintegrasi, KAI turut berperan dalam menekan beban emisi karbon di jalur Madiun–Solo.
“KAI akan terus berinovasi untuk memastikan layanan integrasi antarmoda ini semakin solid, demi mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan,” tandasnya.*(hms/al)



















