MADIUN – Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh sesuai kalender nasional pada 27 Mei 2026 nanti, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan ternak di pasar hewan maupun kandang milik warga Kabupaten Madiun.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menyampaikan pemeriksaan hewan ternak merupakan kegiatan rutin tahunan, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Sebelum terjun kelapangan, pihaknya telah membentuk tim terdiri dari dokter hewan dan tenaga paramedik.
Tim ini bertugas sejak tanggal 18-19 Mei 2026 hingga satu minggu kedepan menjelang Idul Adha. Bahkan, nanti pasca Hari Raya Idul Adha. Tim tersebut, dalam tugasnya memantau hewan ternak baik kambing maupun sapi di pasar hewan. Selain itu, berlanjut ke pedagang-pedagang yang hewan ternaknya berada di area rumahnya.
Tujuan tidak lain, tim hanya memastikan hewan ternak tersebut betul-betul sehat dan aman di konsumsi oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Madiun. Disampaikan syukur alhamdulillah sesuai laporan Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun hingga saat ini, belum ditemukan adanya penyakit yang sifatnya membahayakan atau menular.
“Tadi saat pantauan di pasar hewan baik di pasar hewan Banjulan bahkan di kandang sapi ‘Waris Waluyo Farm (WWF) ini, alhamdulillah tidak ditemukan adanya penyakit pada hewan ternak khususnya kambing dan sapi,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, selain melakukan pemeriksaan hewan ternak yang ada di pasar hewan, tim juga mengedukasi masyarakat sekaligus membagikan obat-obatan kepada para peternak atau pedagang hewan kurban yang ada di pasar tersebut.
Diharapkan dengan adanya tenaga paramedik di pasar-pasar hewan yang saat ini terus memantau sirkulasi hewan kurban baik dari dalam maupun luar Kabupaten Madiun berdampak, setidaknya meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa ternak-ternak yang akan di beli dalam kondisi aman dari penyakit.
“Tadi saya melihat langsung ada sanitasi di sekitar pasar hewan Bajulan. Ini dalam rangka mengeliminir (menghilangkan) penyakit-penyakit, juga dilakukan pemeriksaan air liur, mata, dan tinjanya. Sesuai laporan tim kami, tidak ada indikasi ternak atau hewan kurban kena penyakit,” katanya.
Ia menegaskan tenaga paramedik DKPP juga memantau hewan ternak yang ada di kandang para pedagang atau sekitar rumah penduduk. Tujuannya adalah melakukan penjaminan bagi para pedagang yang ternaknya tidak di jual di pasar hewan. Sehingga, masyarakat yang akan membeli ternak dapat diberikan surat keterangan sehat hewan.
Untuk itu, DKPP selalu menyediakan tenaga paramedik di setiap kecamatan. Diharapkan masyarakat Kabupaten Madiun, juga bisa menghubungi tenaga paramedik yang ada di lapangan untuk digunakan sebagaimana mestinya, misalkan dalam hal pemeriksaan hewan ternak baik kambing maupun sapi.
“Insyaallah kami siap dan ontime 24 jam, di mana pun selama itu ada di wilayah Kabupaten Madiun. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun melalui tim kami hadir untuk melayani masyarakat. Jadi, hewan ternak siap untuk kurban ini, betul-betul sehat, layak, dan aman di konsumsi,” jelasnya.*(al/madiuntourism.com)



















