Menjalin Usaha Bersama

logo

Menteri Ekraf Tinjau Produksi Film Animasi Pelangi di Mars Berbasis Teknologi XR

Rabu, 14 Januari 2026

Jakarta, 13 Januari 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya melihat langsung proses penerapan teknologi Extended Reality (XR) dalam pembuatan film animasi Pelangi di Mars garapan DossGuava XR Studio.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ekraf menyaksikan bagaimana DossGuava XR Studio menyajikan pemanfaatan teknologi XR yang terintegrasi dalam satu ekosistem kerja. Seluruhnya, mengandalkan teknologi itu sebagai tulang punggung proses kreatif dan produksi audiovisual.

Buka hanya meninjau langsung penerapan teknologi XR dalam industri perfilman nasional. Kehadiran Menteri Ekraf ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kreator, industri, dan pemangku kepentingan guna mendorong kemajuan subsektor animasi Indonesia.

Menteri Ekraf juga menekankan pentingnya kesinambungan ekosistem kreatif yang telah dibangun oleh pelaku industri.

“Kita ingin terus mengembangkan apa yang DossGuava XR Studio ini sudah perjuangkan selama ini dan idealismenya ke depan untuk generasi penerusnya untuk itu saya bawa juga stakeholder ini,” jelasnya di DossGuava XR Studio, Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kehadirannya tidak semata mendukung produksi Pelangi di Mars, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor. “Film Indonesia ini harus semakin sukses tidak hanya jadi tuan rumah, tetapi dapat mendunia, karena salah satu misi Kementerian Ekraf juga membawa IP Indonesia ke global,” ujarnya.

Teknologi XR merupakan istilah payung untuk teknologi imersif yang menggabungkan dunia nyata dan digital, mencakup Realitas Virtual (VR), Realitas Tertambah (AR), dan Realitas Campuran (MR). DossGuava XR Studio tercatat sebagai salah satu pionir di Indonesia dalam pemanfaatan game engine Unreal Engine untuk produksi audiovisual, yang memungkinkan integrasi live action, CGI, dan virtual set secara real-time.

Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menyebut pendekatan teknologi ini sebagai sesuatu yang relatif baru dalam produksi film di Tanah Air. Menurutnya, proses pembuatan film ini mengombinasikan animasi berbasis motion capture dengan game engine, visual effects (VFX), serta teknologi XR.

“Hal lain yang menjadi pembeda mungkin gini, dari segi kreatif ya, saya tuh mencoba mendevelop film ini dari awal dengan pendekatan pertama pendekatan IP artinya dalam pembuatan film kita pikirin ekosistem IP-nya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan cerita dan desain dunia dilakukan untuk jangka panjang.

“Dari segi desain, universe yang kita bangun, memang kita bangun tidak hanya untuk satu film, tapi juga IP. Harapannya ini panjang dan kita sudah punya rencana jangka pendek, menengah, panjang mengenai universe Pelangi di Mars ini dengan pendekatan bertutur dunia anak saat ini,” lanjutnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut sejumlah perwakilan industri dan mitra strategis, antara lain Produser Pelangi di Mars sekaligus Founder & CEO Mahakarya Dendi Reynando, VP Investments Danantara Davin Irnevanda, SVP Corporate Affairs Sinarmas Land Panji Himawan, VP of Production Mahakarya Dian Fernando, VP of Marketing & Partnership Mahakarya Ainu Rofiq, Direktur DossGuava XR Studio Riyalta Rali Putra, serta Assistant VP Investment Della Pidanti Nareswari.

Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Firmansyah, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik Renanda Bachtar, serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.*(sumber:ekraf.go.id)

 

error: