Menjalin Usaha Bersama

logo

KAI Daop 7: Kereta, Moda Transportasi Massal yang Efisien dan Ramah Lingkungan

Senin, 20 April 2026

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI  (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang menjadi tulang punggung mobilitas berkelanjutan.

‎Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan melalui optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terukur, KAI membuktikan bahwa kereta api (KA) merupakan moda transportasi massal yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi.

‎”Langkah ini merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group, sebuah inisiatif strategis yang mengedepankan budaya perusahaan berorientasi keberlanjutan (sustainability) untuk menekan emisi karbon nasional secara signifikan,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Efisiensi Energi dan Kontribusi Lingkungan

‎Menurutnya, efisiensi KA terletak pada kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu waktu. Tentunya hal ini, secara otomatis menurunkan jejak karbon per individu secara drastis.

Berdasarkan estimasi rata-rata emisi, KA hanya menghasilkan sekitar 15-40 gram CO2 per penumpang-kilometer, tentu jauh di bawah mobil pribadi yang mencapai sekitar 120-250 gram CO2 per penumpang-kilometer atau motor (R2) sekitar 50-90 gram CO2 per penumpang –kilometer.

Analisis Perbandingan Emisi Karbon (Triwulan I 2026):

Dengan total 3.017.881 pelanggan di Daop 7 Madiun selama tiga bulan pertama Tahun 2026, penggunaan KA berhasil meminimalkan potensi pelepasan emisi karbon ke atmosfer dibandingkan jika jutaan orang tersebut menggunakan kendaraan pribadi.

‎Untuk 5 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama triwulan I Tahun 2026 atau sebanyak 450 perjalanan KAJJ, maka lebih efisien untuk jangka waktu yang sama dibandingkan untuk perjalanan dengan motor (R2) yang membutuhkan sebanyak 2.011.921 perjalanan dan untuk mobil (R4) sebanyak 1.005.960 perjalanan.

‎”KA adalah solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini. Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan,” katanya.

Penggunaan Biosolar B40 dan Komitmen Net Zero

Ia juga menjelaskan sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060, seluruh armada diesel di wilayah KAI Daop 7 Madiun saat ini telah sepenuhnya menggunakan Biosolar B40 (campuran 60% solar dan 40% biodiesel).

‎Penggunaan bahan bakar tersebut, tentunya tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami.

Ajakan Beralih ke Transportasi Publik

Melalui pengelolaan energi yang transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan dukungan skema Public Service Obligation (PSO), KAI memastikan tarif tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan dan komitmen terhadap kelestarian bumi.

Untuk itu, KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke KA. Diharapkan masyarakat semakin aktif memilih KA sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.

‎”Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang,” tandas Tohari.*(hms/al)

error: