Menjalin Usaha Bersama

logo

Jalan-jalan Sehari di Rangkasbitung

Jumat, 4 September 2026

INDONESIA – Pernahkah kamu naik Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line hingga stasiun terakhir? Stasiun terakhir KRL Commuter Line yang mana yang paling menarik? KRL Commuter Line Merah ke Bogor? Jelas menarik dengan banyak destinasi wisatanya. KRL Commuter Line Biru ke Cikarang yang melewati Bekasi? Pernahkah kamu naik KRL Commuter Line Hijau dengan stasiun terakhirnya di Rangkasbitung?

Rangkasbitung adalah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kamu bisa memulai perjalanan dari stasiun Tanahabang, Jakarta Pusat. Perjalanan menuju stasiun Rangkasbitung menempuh waktu kurang lebih 2 jam. Jika kamu ingin liburan singkat, Rangkasbitung menjadi pilihan yang menarik. Lalu, bisa ke mana saja dalam sehari di Rangkasbitung yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun Rangkasbitung?

Stasiun Rangkasbitung

Stasiun Rangkasbitung mulai beroperasi dari tahun 1900 sampai sekarang. Stasiun Rangkasbitung ini memiliki dampak yang besar bagi masyarakat sekitar, karena kereta selain sebagai alat transportasi juga sebagai alat pengangkut hasil perkebunan dan perikanan di Banten. Stasiun Rangkasbitung menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kabupaten Lebak.

Water Toren (Menara Air)

Setibanya di Rangkasbitung, kamu bisa menuju cagar budaya lainnya yaitu Water Toren atau Menara Air. Menara Air atau Water Toren ini adalah obyek wisata sejarah dengan kondisi bangunan masih utuh namun tidak difungsikan lagi. Water Toren memiliki dinding yang tebal dan tinggi dengan bahan pondasi dari batu andesit dan batu kali. Tinggi bangunan ini sekitar 9 meter. Menara Air atau Water Toren ini dulu berfungsi sebagai menara pengatur pengiriman air bersih untuk keperluan kota Rangkasbitung dengan sumber air dari Gunung Pulosari.

Festival Seni Multatuli

Festival Seni Multatuli adalah kegiatan tahunan berupa perayaan seni, budaya, dan pemikiran yang hadir sejak 2018. Festival Seni Multatuli konsisten menjadi ruang pertemuan masyarakat di Rangkasbitung. Biasanya, Festival Seni Multatuli diadakan selama 3 hari di bulan September . Festival Seni Multatuli dibuka dengan prosesi Ngarengkong, tradisi memanggul padi hasil panen.

RM Ramayana

Siang hari Ketika rasa lapar sudah melanda, baiknya kamu mengisi perut di salah satu rumah makan legendaris di Rangkasbitung. RM Ramayana Namanya. Rumah Makan Ramayana terletak di jalan Multatuli dekat alun-alun. Di sini kamu bisa menikmati sajian sate kambing, sate ayam dan sop kambing yang terkenal enak dan empuk.

Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah Adinda

Karena siang hari masih panas Terik, kamu bisa berkunjung ke Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah Adinda yang terletak di kawasan Alun-alun Timur Rangkasbitung. Bangunan perpustakaan Saidjah Adinda menyerupai leuit (lumbung padi masyarakat adat Baduy). Sementara, Museum Multatuli yang berada di sebelah perpustakaan itu merupakan bangunan lama dan menjadi benda cagar budaya.

Museum Multatuli dibuka untuk umum pada 11 Februari 2018. Museum Multatuli bertemakan “museum antikolonialisme”. Museum Multatuli menampilkan sejarah kolonialisme sebagai pengantar sampai dengan pergerakan antikolonialisme yang diceritakan dari berbagai sisi sebagai inti dari museum ini.

Alun-Alun Rangkasbitung dan Balon Ranca Lentah

Di sore hari kamu bisa menghabiskan waktu di alun-alun Rangkasbitung. Seperti alun-alun kota pada umumnya, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di alun-alun Rangkasbitung seperti berolahraga, membaca, atau sekadar duduk santai menyeruput kopi. Ada juga wahana permainan anak jika kamu jalan-jalan dengan si kecil. Atau kamu juga bisa berkuliner di Balon Ranca Lentah yang letaknya tidak jauh dari alun Rangkasbitung. Jadi, kapan kamu akan menuntaskan jalur KRL commuter line hijau itu?.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: