Menjalin Usaha Bersama

logo

Hadapi Berbagai Kondisi, KAI Services Bekali Frontliner Keterampilan Tanggap Darurat

Kamis, 22 Oktober 2026

JAKARTA – KAI Services berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar pelatihan dasar tanggap darurat bagi 46 frontliner pada 20–21 Oktober 2026 di Dipo Kereta Api (KA) Cipinang.

‎Manager Corporate Communication (Corcom) KAI Services, Nyoman Suardhita, menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hingga penanganan korban yang membutuhkan pertolongan pertama.

‎Peserta berasal dari berbagai wilayah operasional KAI Services di Pulau Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari prama dan prami, petugas kebersihan, praja praji, serta petugas keamanan (security).

‎”Sebab, kesigapan dalam menghadapi situasi darurat menjadi kemampuan penting bagi petugas yang bertugas di lingkungan perkeretaapian,” ujarnya, Kamis 22 Oktober 2026.

Menurutnya selama dua hari pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani serangkaian praktik untuk memahami langkah penanganan keadaan darurat secara tepat.

Materi yang diberikan meliputi triase korban, penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, hingga teknik evakuasi korban secara aman sesuai prosedur.

‎Selain itu, kemampuan menghadapi kebakaran juga menjadi salah satu fokus pelatihan. Para peserta ini mengikuti simulasi pemadaman api, yakni dengan mempraktikkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan selimut api (fire blanket) sebagai upaya penanganan awal untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.

‎”Pelatihan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan frontliner, terutama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat,” katanya.

‎Ia juga mengungkapkan dalam operasional pelayanan, keselamatan pelanggan, tentunya merupakan prioritas utama. Mengingat setiap frontliner perlu memiliki kesiapan, dan pemahaman yang baik dalam menghadapi kondisi darurat.

‎Melalui kolaborasi dengan Basarnas ini, KAI Services ingin memastikan para petugas tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengambil tindakan awal secara cepat, tepat, dan profesional. Sehingga, manfaat pelatihan tersebut juga dapat dirasakan langsung oleh para peserta.

‎Contohnya Muhtar, salah satu peserta yang menilai bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, karena dirinya bersama peserta lainnya dapat mempraktikkan langsung materi yang sebelumnya dipelajari secara teori. Mengingat pelatihan tersebut, tentunya sangat bermanfaat bagi para peserta yang bertugas di lapangan.

‎”Mereka belajar bagaimana menghadapi keadaan darurat, mulai dari menggunakan APAR dan selimut api hingga memberikan pertolongan awal kepada korban. Sebab dengan praktik secara langsung, mereka menjadi lebih memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat saat bertugas,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, imbuh Nyoman, KAI Services terus memperkuat kesiapan SDM  (sumber daya manusia) sebagai bagian penting dari pelayanan operasional.

‎”Tentunya dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman prosedur yang memadai, para frontliner diharapkan mampu bertindak sigap ketika menghadapi keadaan darurat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelayanan kereta api yang aman dan nyaman bagi pelanggan.*(Corcom KAI Services/al)

error: