MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar kegiatan Pembinaan Frontliner (Pemfron) yang diselenggarakan di Aula Lantai 2 Kantor Daop setempat.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan Pemfron dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Kesetaraan Pelayanan” ini berlangsung selama dua hari, yakni mulai Kamis 22 sampai Jumat 23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut, tentu merupakan komitmen PT KAI (Persero) khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme, yang notabene sebagai garda terdepan. Mengingat petugas frontliner ini, juga memiliki peran vital sebagai etalase utama perusahaan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan setiap hari.
”Oleh karena itu, peningkatkan kapasitas, kesiapan fisik, hingga empati pelayanan menjadi prioritas utama KAI. Sebab, frontliner adalah wajah utama pelayanan PT KAI (Persero),” ujarnya, Sabtu 24 Oktober 2026.
Menurutnya melalui pembinaan bertahap ini, KAI ingin memastikan setiap petugas CSOS (Customer Service On Station) maupun Ticket Officer tidak hanya memiliki keterampilan komunikasi yang prima. Tetapi, mereka juga mampu memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelanggan penyandang disabilitas.
Beragam pembekalan dan pelatihan praktis selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali serangkaian materi intensif yang diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal, dilanjutkan dengan modul pelatihan komprehensif, antara lain:
Handling Complaint Program: Mengupas mendalam jenis dan penyebab utama keluhan pelanggan, kunci sukses merespons komplain secara tenang, serta penerapan metode LAST (Listen, Apologize, Solve, Thank) sebagai standar penyelesaian masalah secara efisien.
Pelatihan Bahasa Isyarat: Memberikan keahlian komunikasi dasar kepada petugas untuk melayani dan berinteraksi secara ramah serta responsif dengan pelanggan disabilitas rungu.
Beauty and Handsome Class: Pembekalan tata rias, kerapian diri (grooming), dan kesopanan (manner) untuk menunjang penampilan serta profesionalisme frontliner saat bertugas di stasiun.
“Jadi, pelayanan yang inklusif ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan kereta api (KA) yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua orang tanpa terkecuali,” katanya.
Sementara itu, Manager Angkutan Penumpang (Angpen) KAI Daop 7 Madiun’ Asih Purwati, berpesan agar seluruh materi yang diterima para peserta Pemfron tersebut dapat diinternalisasi, dan konsisten diterapkan dalam operasional sehari-hari di lapangan.
”Melalui sinergi bersama KAI Wisata dan pelaksanaan pembinaan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap seluruh petugas frontliner semakin sigap, berempati tinggi, dan mampu merealisasikan tagline perusahaan, yaitu ‘Semakin Melayani,” tuturnya disela sambutan dalam kegiatan tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini yakni Manager Angpen Daop 7 Madiun, Asih Purwati beserta tim, Tim KAI Wisata, serta diikuti secara aktif oleh puluhan petugas CSOS dan Ticket Officer dari berbagai stasiun di wilayah kerja Daop 7 Madiun.*(hms/al)



















