Menjalin Usaha Bersama

logo

Hari Jadi ke-458th Kabupaten Madiun dan HKG PKK, RSUD Caruban Khitan 100 Anak

Selasa, 23 Juni 2026

MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban-Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan khitanan massal di RS setempat.

Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin menyampaikan khitanan massal dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-458th Kabupaten Mdiun (HJKM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Madiun Tahun 2026.

Khitanan massal dalam rangka memperingati HJKM dan HKG PKK dilaksanakan yakni berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) tahun anggaran (TA) 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 anak atau peserta dari 7 kecamatan dengan rincian Kecamatan Mejayan 29 anak, Kecamatan Saradan 10 anak, Kecamatan Pilangkenceng 10 anak, Kecamatan Wonoasri 16 anak, Kecamatan Sawahan 9 anak, Kecamatan Gemarang 4 anak, dan Kecamatan Balerejo 22 anak.

“Masing-masing peserta diberikan seperangkat baju muslim yang terdiri dari baju koko, sarung, dan kopiah serta uang saku,” ujarnya saat menyampaikan laporan dalam kegiatan tersebut, Selasa 23 Juli 2026.

Menurutnya, khitanan massal ini merupakan bentuk kegiatan yang kita laksanakan sebagai wujud kepedulian Pemkab Madiun dalam membantu masyarakat. Terutamanya masyarakat yang kurang mampu, demi terwujudnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.

Tim medis dalam pelaksanaan khitanan massal ini, tentunya melibatkan tenaga medis yakni 3 orang dokter spesialis. Spesialis bedah urologi, spesialis bedah, dan spesialis anestesi. Selain itu, juga melibatkan dokter umum, 33 perawat, dan tenaga para medis lainnya.

“Untuk pembiayaan pelaksanaan khitanan massal dalam rangka HJKM dan HKG PKK dibebankan pada APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) Kabupaten Madiun TA 2026,” katanya.

Sebelum mengakhiri pelaporan kegiatan ini, Farid juga menyampaian pantun yakni ‘Kabupaten Madiun Bersahaja (bersih, sehat, sejahtera), Rakyatnya Makmur Hidup Sentosa, Khitanan Massal Jadi Upaya Memupuk Generasi Tangguh Bagi Bangsa’.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun’ Ny Erni Hari Wuryanto, didampingi istri dari Sekda Kabupaten Madiun’ Sigit Budiarto, dan istri dari Direktur RSUD Caruban berkenan memotong nasi tumpeng, dan secara simbolis dibagikan kepada dua orang perserta khitanan massal. Selain itu, juga memakaikan baju koko, kopiah serta menyerahkan bantuan kelengkapan sekolah kepada dua peserta tersebut.

Khitan demi kesehatan

Seusai kegiatan, Direktur RSUD Caruban’ Farid Amirudin, berharap kegiatan khitanan massal ini dapat membantu masyarakat terutama yang kurang mampu, ‘paling tidak bisa meringankan beban mereka.

Bahkan ini juga momennya libur sekolah, jadi antusiasme masyarakat tiap tahun biarpun diselenggarakan rutin masih banyak pesertanya. “Mudah-mudahan dengan adanya khitan secara gratis ini, bisa membantu masyarakat Kabupaten Madiun,” tuturnya.

Ia menguraikan selain bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, juga melaksanakan sunah rosul bahwa laki-laki harus khitan dan demi kesehatan. Karena apa? Sering terjadi kalau tidak di khitan akan menimbulkan lokus infeksi (kuman) di tempat ujung kemaluan laki-laki.

Apalagi, bayi pun kalau dia itu sudah pernah terjadi infeksi di tubuhnya gara-gara belum di khitan? Bayi pun juga segera di khitan, jadi batasan umur atau idealnya masih anak-anak. Tapi kalau sudah dewasa, tentunya akan terjadi menumpukan kuman pada bagian ujung kemaluannya.

Bahkan kuman yang sudah menumpuk, bisa menyebar kemana-mana. Pengaruhnya seperti itu, dan bisa juga anak yang mudah demam atau nyeri, nafsu makan berkurang akhirnya jadi anak yang stunting atau wasting. Artinya, dua kondisi malnutrisi atau gangguan gizi pada anak yang berbeda.

“Sebab, salah satu stunting karena dia sering sakit, sehingga tidak bisa gemuk-gemuk sesuai perkembangan umurnya. Untuk itu, anak-anak umur 6-7 tahun sudah bisa di khitan atau sebelum masuk sekolah,” tandasnya.*(al/madiuntourism.com)

error: