Menjalin Usaha Bersama

logo

Peduli Keselamatan Jalur KA, Daop 7 Libatkan Siswa dan Guru di Madiun-Kediri

Sabtu, 20 Juni 2026

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali mensosialisasikan keamanan, dan keselamatan perkeretaapian, Jum’at (19/6).

Kali ini, KAI menyasar dua sekolah yakni SDN/Desa Bancong di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, dan SMPN 2 Papar, Desa Mingiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Mengingat dua sekolah itu, berada di wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban atau Kamtib.

‎Kegiatan tersebut, tentunya sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api (Perka).

‎”Program kampanye keselamatan sejak dini ini, sukses melibatkan sebanyak 566 peserta yang terdiri dari siswa dan guru,” ujar Tohari, manager Humas KAI Daop 7 Madiun.

‎Sebab itu, lanjut dia, KAI komitme menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang akibat kurangnya kewaspadaan pengguna jalan, sekaligus meminimalisasi gangguan perjalanan kereta api atau KA.

KAI terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar membangun kesadaran sejak dini terkait bahaya bermain di sekitaran jalur KA. Sebab, jalur KA bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional.

‎”Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang KA, juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” katanya.

Tohari mengungkapkan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan hanya sebagai alat bantu. Oleh karena itu, masyarakat tetap wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta memastikan kondisi aman (berhenti, tengok kanan-kiri) sebelum melintas di perlintasan sebidang KA.

Untuk itu, KAI mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah yakni untuk bersama-sama ikut menjaga keselamatan, dan kelancaran perjalanan KA. Mengingat kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal.

‎”Kami akan terus melakukan sosialisasi secara berkala di berbagai titik strategis, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keselamatan. Hal ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perjalanan KA yang selamat, aman, dan nyaman bagi semua,” jelasnya.

‎Ia juga mengimbau kepada para guru untuk secara rutin mengingatkan para siswa agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel KA.

“Kami sarankan segera melaporkan kepada petugas, apabila ditemukan potensi gangguan di jalur KA,” tuturnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, tim KAI Daop 7 Madiun yang terdiri dari Tim Pengamanan (PAM) memberikan pengenalan profesi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

Selain itu, tim juga menyampaikan materi edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan maupun keselamatan di lingkungan jalur KA, bahaya bermain di sekitar jalur rel, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta disiplin saat berada di perlintasan sebidang.*(hms/al)

error: