Menjalin Usaha Bersama

logo

Keren…! 150 Siswa Madrasah di Nganjuk Jadi Agen Keselamatan Kereta Api, Cegah Vandalisme

Jumat, 6 Februari 2026

MADIUN – Sedikitnya 150 siswa-siswi Madrasah MIS Al Fattah Nganjuk antusiasme mengikuti ‘Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api (KA)’ yang digelar PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero).

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengungkapkan kegiatan edukasi yang diinisiasi Tim Humas dan Pengamanan (PAM) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kepada pelajar, merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya keselamatan perkeretaapian di masa depan.

‎‎Mengingat pelajar adalah agen perubahan keselamatan, sehingga KAI ingin menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas publik.

Melalui sosialisasi seperti inilah, KAI berharap para siswa dapat memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di jalur KA yakni seperti bermain atau melempar batu, dapat berdampak fatal bagi keselamatan nyawa orang banyak.

‎”Kami terus konsisten dalam menciptakan perjalanan KA yang aman, lancar, dan bebas dari gangguan eksternal,” ujarnya saat menyampaikan keterangan tertulisnya, Jum’at 5 Februari 2026.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai langkah preventif menekan angka gangguan keamanan, KAI Daop 7 Madiun kembali menggelar kegiatan tersebut.

‎Disamping edukasi bahaya dan dampak vandalisme dalam sesi materi, Tim Humas Daop 7 Madiun juga memaparkan transformasi KAI serta inovasi layanan terkini untuk menarik minat generasi muda menggunakan transportasi publik.

Sementara itu, Tim PAM Daop 7 Madiun memberikan edukasi tegas mengenai:

Larangan Aktivitas di Jalur KA: Mengimbau siswa untuk tidak bermain disekitar dan sepanjang jalur, berfoto selfie, menerbangkan layang-layang, atau menaruh benda asing di atas rel.

Bahaya Pelemparan KA: Menjelaskan risiko kerusakan sarana serta ancaman luka serius bagi penumpang dan petugas. Keamanan di Perlintasan Sebidang: Mengedukasi tata cara melintas yang aman dengan prinsip “Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan”.

‎Dampak Negatif Vandalisme: Menekankan bahwa aksi corat-coret atau perusakan fasilitas bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan yang mengganggu operasional.

‎”Sinergi antara KAI dan institusi pendidikan adalah kunci. Kami percaya dengan edukasi yang tepat, akan tercipta budaya disiplin di masyarakat. Karena pada akhirnya, keselamatan perjalanan KA adalah tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

‎Janji Komitmen Siswa

‎Tohari menambahkan sebagai bentuk keseriusan, kegiatan sosialisasi keselamatan ‎dan keamanan perjalanan KA diakhiri dengan pembacaan ‘Janji Komitmen Siswa’.

‎Disela itu, ratusan siswa Madrasah MIS Al Fattah beserta Kepala Sekolah dan Dewan Guru berikrar secara serentak yakni untuk tidak melakukan aksi vandalisme, dan bersedia berperan aktif dalam menjaga keamanan jalur KA di lingkungan mereka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Sekolah Madrasah MIS Al Fattah Nganjuk, M. Munir Utama beserta jajaran dewan guru.*(hms/al)

error: