Jakarta, 5 Juni 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi para kreator lokal dalam mengembangkan karya mereka. Kehadiran Kementerian Ekraf diproyeksikan sebagai enabler dan connector strategis yang siap membawa industri kreatif nasional naik kelas ke panggung global.
“Ada tiga faktor utama yang kerap mengganjal karya kreatif bertransformasi menjadi produk ekonomi: kurangnya kolaborasi antara kreator dan pemasar, sikap kaku terhadap ide sendiri tanpa mau berimprovisasi, serta minimnya keberanian memperluas pasar ke kancah global lewat teknologi digital. Tantangan terbesarnya adalah mengubah pola pikir kreator agar melihat karya mereka bukan sekadar ciptaan biasa, melainkan aset Kekayaan Intelektual (KI) yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Wamen Ekraf dalam sesi diskusi KindFolc Talks di Sarinah, Jakarta, Jumat (5/6).
Diskusi yang mengusung tema From Creative Practice to Creative Economy ini berfokus pada strategi mengonversi ide personal menjadi peluang bisnis nyata yang adaptif dengan pasar. Ia menilai kolaborasi ini krusial sebagai ruang inklusif yang mempertemukan para pelaku kreatif untuk bersinergi secara berkelanjutan.
”Pola pikir utama yang harus dimiliki kreator adalah mulai saja dulu (just do it), tanpa perlu bingung mendikte tren. Siapa tahu, justru Anda yang akan menjadi penentu tren (trendsetter). Setelah berjalan, barulah kita kelola kreativitas ini sebagai aset KI jangka panjang dan memperkuat manajemen bisnis agar usaha dapat berkelanjutan,” tambah Wamen Ekraf.
KindFolc Vol. 02 sendiri merupakan festival pasar kreatif komunitas yang mengusung jargon A Home for Art Folk. Pada edisi kali ini, festival tersebut merangkul 34 stan (tenant) kreatif lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka. Co-Founder KindFolc, Sara Tirtohadiguno, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai wadah bertukar pengetahuan sekaligus ruang pamer karya orisinal.
“Melalui volume kedua ini, kami ingin memastikan ekosistem ini tetap ramah, suportif, serta membuka akses pasar bagi kreator lokal, terutama para pemula dari lintas generasi,” kata Sara.
Perhelatan KindFolc Vol. 02 merupakan kelanjutan dari kesuksesan volume pertama yang digelar pada Maret lalu. Sesi diskusi kali ini dikemas lebih interaktif melalui format gelar wicara terbuka yang dihadiri 25 audiens, dengan menghadirkan narasumber utama seperti ilustrator Popomangun dan Ketua Asosiasi Industri Pembuat Game Indonesia (APIBGI), Wira Dillon.
Festival yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Area Lobi Utama Sarinah ini menyajikan berbagai program menarik, mulai dari Tenant Area, Workshop & Activities, KindPict Photobooth, Community Area, hingga KindFolc Talk Session. Pengunjung juga dapat menikmati beragam produk kreatif orisinal seperti karya cetak (ilustrasi, poster, stiker), aksesori, perlengkapan rumah (keramik, lilin), hingga barang koleksi (art toys dan kerajinan 3D).*(sumber:ekraf.go.id)



















