Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf Dorong Kota Bima Gali dan Kembangkan Subsektor Unggulan

Sabtu, 10 Januari 2026

Jakarta, 9 Januari 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membahas pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini sebagai wujud komitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan yang dimulai dari daerah.

“Sejak 2016 sudah ada 81 kota dan kabupaten yang melakukan verifikasi mandiri. Ke depan, Kementerian Ekonomi Kreatif akan menetapkan kota kreatif melalui peraturan menteri setelah dilakukan verifikasi terhadap subsektor unggulan. Subsektor inilah yang menjadi lokomotif penggerak subsektor lain di wilayah tersebut,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi Wali Kota Bima H. A. Rahman di Jakarta pada Jumat, 9 Januari 2026.

Menteri Ekraf Teuku Riefky mengatakan pemerintah tengah memperkuat mekanisme penetapan kota kreatif berbasis subsektor unggulan yang terverifikasi. Wali Kota Bima H. A. Rahman menyampaikan bahwa ekonomi kreatif di daerahnya tumbuh dari kekuatan budaya, kreativitas masyarakat, dan kearifan lokal. Saat ini terdapat sekitar 1.500 unit usaha tenun ikat yang menjadi identitas utama daerah, serta berkembang pula subsektor seni pertunjukan, musik, kuliner, fesyen, desain produk, fotografi, hingga konten digital.

“Konten kreator menjadi peluang baru bagi generasi muda untuk memperoleh pendapatan sekaligus mempromosikan Kota Bima secara digital. Saat ini diperkirakan terdapat 500 hingga 1.500 konten kreator skala lokal dan regional yang berperan sebagai agen digital storytelling untuk memperluas jangkauan promosi daerah,” ujar Wali Kota Bima.

Dengan jumlah penduduk sekitar 165 ribu jiwa dan tingginya penggunaan media sosial, Kota Bima dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital berbasis konten, jenama lokal, serta produk kreatif berbasis budaya yang dapat masuk ke pasar yang lebih luas.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menyambut baik pemetaan subsektor unggulan yang disampaikan Pemerintah Kota Bima dan menekankan pentingnya penguatan ekosistem, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku, perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi kreatif di daerah.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bima, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Sukarno, Kepala Bappeda Syarif Rustaman, Kepala BPKAD Siswandi, Kepala Dinas PUPR Didi Fahdiansyah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Mahfud, serta Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pujawan.

Sementara itu Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Rian Syaf, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Abdul Malik, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy, serta Direktur Musik Mohammad Amin.*(sumber:ekraf.go.id)

error: