Yogyakarta, 1 Desember 2025 — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Produksi Film Negara (PFN) menghadirkan EKRAF X PFN di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Wamen Ekraf Irene Umar menyebut kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang bagi sineas daerah untuk berbagi karya.
“Booth EKRAF X PFN di halaman Empire XXI sangat interaktif dan inspiratif, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendorong sineas lokal memperluas akses pasar, bertukar ide, dan menjalin kolaborasi dengan komunitas kreatif. Kegiatan visitasi ini juga memperkuat sinergi Ekraf dengan lembaga perfilman nasional,” ujar Wamen Ekraf Irene di halaman Empire XXI pada Senin, 1 Desember 2025.
Sebagai pemateri Sound and Music dalam coaching clinic di booth EKRAF x PFN, Elwin Hendrijanto menilai ruang ini memberi kesempatan bagi sineas muda untuk memahami pentingnya unsur audio dalam produksi film, mulai dari komposisi musik hingga desain suara.
“Banyak sineas muda yang sudah kuat secara visual, tetapi masih perlu pendalaman terkait bagaimana musik dan sound design membangun emosi dan atmosfer cerita. Melalui sesi di booth EKRAF x PFN ini, saya berharap semakin banyak talenta lokal yang memahami standar profesional dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Elwin.
Selain itu, Wamen Ekraf Irene menyempatkan diri menghadiri screening ‘The Period of Her’, film drama karya empat sineas muda perempuan yang menyajikan kisah pengalaman wanita dari berbagai perspektif. Rangkaian kegiatan JAFF 2025 mencakup kompetisi film dengan berbagai penghargaan, forum komunitas untuk pertukaran ide dan penguatan jejaring kreatif, serta workshop, master class, public lecture, pertunjukan seni, lokakarya anak, dan pameran seni lintas disiplin.
Festival ini menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antar pelaku kreatif dari berbagai sektor, termasuk perfilman dan kuliner, baik dari dalam maupun luar negeri, sekaligus membuka peluang nyata bagi karya lokal menembus pasar internasional. Dengan dukungan Kementerian Ekraf, JAFF 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi film berkualitas, tetapi juga menegaskan posisi perfilman Indonesia sebagai sektor strategis dalam ekonomi kreatif dan memperkuat peran industri kreatif sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional.
Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf Doni Setiawan, Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Jago Anggara, serta Tenaga Ahli Menteri Ekraf Bidang Media Rocklin Aprilius Anderson.*(sumber:ekraf.go.id)



















