INDONESIA – Desember tiba, waktunya bersiap untuk Natal khususnya bagi umat Kristiani. Ada yang merayakannya dengan berlibur ke berbagai destinasi, ada yang pulang kampung berkumpul dengan keluarga di rumah.
Indonesia memiliki banyak bangunan tua sarat makna, termasuk gereja-gereja bersejarah yang telah berdiri selama ratusan tahun. Gereja-gereja ini menawarkan pesona arsitektur klasik peninggalan era kolonial dan menjadi destinasi wisata religi serta sejarah yang menarik.
Berikut adalah delapan destinasi gereja bersejarah di Indonesia yang wajib Anda kunjungi untuk Liburan Natal.
1.Gereja Tugu, Jakarta Utara
Destinasi wisata gereja bersejarah di Indonesia yang pertama adalah GPIB (Gereja Protestan Indonesia Barat) Tugu atau akrab disebut Gereja Tugu. GPIB Tugu adalah salah satu gereja Protestan tertua di Jakarta yang didirikan pada tahun 1678 di daerah Tugu, Jakarta Utara. Gereja ini didirikan oleh komunitas Mardijkers, yaitu bekas budak dari India, Malaka, dan Benggala yang dibebaskan oleh VOC dan telah berasimilasi dengan budaya lokal sambil memeluk agama Kristen Protestan.
Bangunan asli gereja sempat rusak parah ketika diserbu oleh pasukan Inggris di bawah pimpinan Kapten William Cole pada tahun 1814. Namun, gereja ini kemudian diperbaiki kembali di lokasi yang sama. Arsitektur gereja ini sederhana namun sarat makna karena mencerminkan perpaduan budaya antara Eropa dan lokal nan unik.
Tak hanya bangunannya, umatnya pun juga memiliki tradisi unik. Komunitas di sekitar Gereja Tugu masih mempertahankan tradisi “Cafrinho” dan musik keroncong Tugu, warisan budaya Portugis-Indonesia. Gereja ini bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga pusat pelestarian budaya Tugu yang menawarkan pengalaman sejarah berbeda dari gereja lain di Jakarta.
2.Gereja Blenduk, Semarang
Sumber: Instagram GPIB Immanuel Bergeser ke Jawa Tengah, ada destinasi wisata gereja bersejarah di Indonesia yang tak boleh dilewatkan. Tak lain dan tak bukan adalah GPIB Immanuel Semarang alias Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang. Gereja ini adalah gereja Protestan tertua di Jawa Tengah, didirikan oleh komunitas Belanda pada tahun 1753. Nama “Blenduk” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “menggelembung” atau “kubah”, merujuk pada atapnya yang bulat.
Arsitektur gereja ini merupakan perpaduan gaya Neo-Klasik dan Barok dengan kubah tembaga besar nan ikonik. Gereja ini memiliki interior yang menakjubkan, termasuk altar kayu jati yang besar dan kuno, serta organ pipa Barok yang bersejarah, meskipun kini sudah tidak berfungsi optimal.
Gereja Blenduk tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik utama wisatawan di Kota Lama Semarang. Lokasinya yang strategis di depan Taman Srigunting menjadikannya objek fotografi yang populer. Jadi, kalau ke Semarang jangan lupa untuk berfoto di depan Gereja Blenduk ya!
3.GKPA Pakantan, Mandailing Natal
Di Sumatera, tepatnya di Mandailing Natal terdapat destinasi wisata gereja bersejarah yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Pakantan berlokasi di desa Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini diklaim sebagai gereja tertua yang ada di daratan Pulau Sumatera. Usianya mencapai hampir 200 tahun dan berkaitan erat dengan masuknya zending (misi) Kristen ke wilayah Tapanuli Selatan dan Mandailing.
Gereja ini awalnya merupakan bagian dari jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebelum akhirnya GKPA menjadi sinode gereja tersendiri. Bangunannya berarsitektur khas yang memadukan unsur-unsur kolonial dengan kearifan lokal budaya Mandailing sebagai bukti interaksi budaya di wilayah tersebut.
GKPA Pakantan menjadi penanda sejarah penting penyebaran agama Kristen Protestan di Sumatera Utara. Terlebih dengan lokasinya yang berada daerah pegunungan menambah daya tariknya sebagai destinasi wisata sejarah yang tenang dan penuh makna bagi pengalaman rohani Anda.
Bayangkan berada di sini sambil mendengarkan lagu legend Gereja Tua dari Panbers. Syahdu sekali bukan?
4.GKE Imanuel Mandomai, Kalimantan Tengah
Bukan hanya Jawa dan Sumatera yang memiliki destinasi wisata gereja bersejarah di Indonesia. Kalimantan juga memilikinya. Ini dia Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Imanuel di Mandomai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Gereja ini merupakan salah satu gereja tertua di Pulau Kalimantan yang didirikan pada 3 Desember 1876. Gereja ini menjadi titik awal penyebaran agama Kristen Protestan di kalangan masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan Tengah oleh para misionaris dari Jerman.
Bangunan gereja Imanuel Mandomai memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan gaya Indis (Eropa) dan Dayak, terutama adanya aksen kayu ulin sebagai bahan utama bangunan yang kokoh. Interiornya pun menampilkan tiga panel mosaik kaca patri di altar yang dibuat di Jerman pada tahun 1910.
Saat ini, GKE Imanuel Mandomai telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah. Statusnya sebagai gereja tertua di Kalimantan mampu menarik umat yang ingin beribadah atau sekadar mengagumi warisan sejarah dan budaya yang tak ternilai ini.
5.Gereja Katolik Katedral Reinha Rosari, Larantuka
Jika destinasi wisata gereja bersejarah sebelumnya merupakan Gereja Kristen Protestan, maka kali ini merupakan Gereja Katolik. Inilah Gereja Katedral Reinha Rosari di Larantuka, Flores Timur. Gereja ini merupakan salah satu ikon utama perkembangan agama Katolik di kawasan Indonesia Timur. Gereja ini terkenal tradisi Paskah yang terkenal di wilayah ini yaitu “Semana Santa” yang telah berlangsung ratusan tahun sejak kedatangan misionaris Dominikan Portugis pada abad ke-16.
Bangunan katedral yang megah ini menjadi saksi bisu sejarah panjang tradisi Katolik di Flores. Gereja ini dibangun pada tahun 1884, meskipun bangunan saat ini merupakan hasil renovasi yang lebih modern. Arsitekturnya mencerminkan warisan kolonial dan peran krusialnya sebagai pusat keuskupan Larantuka.
Setiap tahunnya menjelang Paskah, ribuan peziarah dan wisatawan berkumpul di Larantuka untuk mengikuti prosesi Semana Santa dan Katedral Reinha Rosari menjadi titik utama perayaan tersebut. Gereja ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sebagai menarik bagi siapa saja yang tertarik dengan sejarah umat Kristiani, khususnya Agama Katolik di Indonesia.
6.Gereja Sentrum Manado (GMIM Manado)
Tak afdol jika berbicara destinasi wisata gereja bersejarah di Indonesia tanpa menyinggung wilayah Sulawesi Utara. Kami ajak Anda ke Gereja Sentrum Manado, atau GMIM Manado yang merupakan gereja tertua di ibu kota Sulawesi Utara. Berdiri sejak tahun 1677 di pusat Kota Manado dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perkembangan ibukota provinsi yang terkenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai ini.
Bangunan gereja ini menampilkan arsitektur kolonial yang megah dan terawatt. Fasadnya elegan dengan pilar-pilar besar dan menara lonceng yang menjadi salah satu landmark terkenal di Manado. Interiornya juga mempertahankan banyak elemen asli nan bersejarah bagi umat maupun pengunjung.
Gereja Sentrum memegang peranan penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Lokasinya yang berada tepat di jantung kota membuatnya mudah diakses dan sering dikunjungi oleh umat dari berbagi wilayah maupun wisatawan yang tertarik dengan sejarah Manado.
7.Gereja Tua Hila, Ambon
Maluku tak hanya menyimpan kekayaan alam dan budaya. Sejarahnya pun kaya. Salah satunya terlihat dari Gereja Tua Hila, yang bernama lengkap Gereja Protestan Maluku (GPM) Ebenhaezer. Gereja ini berlokasi di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dan saksi bisu penyebaran agama Kristen di Maluku, yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dengan bangsa Eropa di masa silam.
Bangunan gereja didirikan di abad ke-17 oleh VOC dan menjadi salah satu struktur gereja tertua yang ada di Kepulauan Maluku. Arsitekturnya khas kolonial Belanda, berdinding tebal, berjendela besar, beratap pelana tinggi yang dirancang untuk tahan terhadap iklim tropis dan gempa bumi yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Gereja Hila juga menyimpan berbagai benda bersejarah, termasuk Alkitab tua berbahasa Belanda, lonceng gereja kuno, dan perabot kayu jati yang usianya sudah ratusan tahun. Tempat ini tidak hanya menjadi pusat spiritual bagi jemaat lokal, tetapi juga destinasi wisata penting bagi mereka yang ingin mendalami sejarah Maluku.
8.Pulau Mansinam, Papua Barat
Di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya Papua Barat, terdapat satu destinasi wisata bersejarah yang sakral bagi umat Kristiani di tanah Papua. Situs tersebut adalah Pulau Mansinam, yang terletak di Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Tempat ini merupakan lokasi pendaratan pertama dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler, pada tanggal 5 Februari 1855, yang menjadi penanda masuknya Injil di Papua.
Walau bukan berbentuk gereja, Pulau Mansinam tetap memiliki peran penting bagi umat Kristiani di tanah Papua. Pulau ini menjadi pusat peringatan tahunan Hari Pekabaran Injil (PI) yang dirayakan setiap 5 Februari sebagai hari libur fakultatif di provinsi tersebut. Terdapat monumen Yesus Kristus dan kompleks gereja sebagai destinasi ziarah wisata religi umat Kristiani di Pulau Mansinam
Pulau Mansinam sering disebut sebagai “Pulau Peradaban Papua” karena di sinilah peradaban modern dan pendidikan formal bagi masyarakat Papua dimulai seiring masuknya ajaran Kristiani. Situs ini menawarkan pengalaman wisata sejarah dan awal mula semangat perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat Papua. Tertarik untuk mengunjunginya?
Itulah 8 destinasi wisata gereja bersejarah di Indonesia untuk Liburan Natal yang layak dikunjungi. Tempat-tempat tersebut terbuka bagi siapapun tak hanya umat Kristiani, terutama bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari Sejarah, arsitektur, maupun sekadar berinteraksi antarumat beragama.
Pastinya selalu perhatikan aturan dan etika saat berkunjung ke gereja-gereja tersebut. Walau menjadi destinasi wisata, tetapi gereja tetaplah tempat ibadah umat Kristiani yang patut dijaga kesakralannya. Jadilah wisatawan yang bijak dan menghargai orang lain di manapun kita berada ya. Selamat merayakan Natal untuk umat Kristiani dan selamat liburan #DiIndonesiaAja untuk kita semua!.*(sumber:kemenpar.go.id)



















