Menjalin Usaha Bersama

logo

Harkitnas, KAI Daop 7 Gandeng Generasi Muda Sosialisasi Keselamatan KA

Rabu, 20 Mei 2026

MADIUN – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan semangat perjuangan demi kemajuan bangsa.

Di era modern ini, PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menilai bahwa esensi kebangkitan nasional harus dimanifestasikan melalui aksi nyata, khususnya oleh generasi muda sebagai pilar penerus bangsa.

Memanfaatkan momentum Harkitnas ke-118 tahun 2026 ini yang bertema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, KAI Daop 7 Madiun berkolaborasi dengan generasi muda menggelar aksi edukatif berupa sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api (KA) di perlintasan sebidang (JPL) 285 dan 286, Kediri.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara KAI dan generasi masa kini. Generasi muda atau Gen Z dan milenial saat ini adalah motor penggerak transformasi bangsa,” ujar Tohari, manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rabu 20 Mei 2026.

‎Menurutnya melalui generasi muda, KAI ingin menyalurkan energi positif dan semangat kepahlawanan modern. Sebab, kebangkitan nasional saat ini, bukan lagi angkat senjata.

Tapi melainkan bangkitnya kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan publik yakni salah satunya di perlintasan sebidang KA.

Edukasi Hukum dan Disiplin Berlalu Lintas

‎Sosialisasi ini juga menjadi ruang bagi KAI Daop 7 Madiun dan generasi muda untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pengguna jalan raya agar senantiasa disiplin.

Berdasarkan aturan hukum yang berlaku yakni demi keselamatan bersama, tentunya setiap warga wajib mentaatinya:

-UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124: “Pada perpotongan sebidang antara jalur KA dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan KA.

‎-UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114: Pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, mendahulukan KA, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

‎“Keselamatan di perlintasan sebidang KA adalah tanggung jawab kita bersama. KAI, pemerintah, dan masyarakat, khususnya anak-anak muda—harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Tohari, juga menambahkan kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi semangat kebangkitan yang dibarengi dengan komitmen kerja nyata.

“KAI terus bertransformasi demi memberikan pelayanan yang andal, aman, dan nyaman bagi pelanggan setia,” tandasnya, lagi.*(hms/al)

error: