INDONESIA – Pagi itu, wajah Diah tampak lebih semringah dari biasanya. Senyum kecil tak lepas dari wajahnya. Jaket hijau khas mitra ojek online masih melekat di tubuhnya ketika ia mendadak diajak berbincang oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya.
“Gimana tadi hasilnya?” tanya Teuku membuka percakapan.
“Alhamdulillah bagus semuanya, Pak,” jawab Diah singkat, sambil tersenyum lagi.
Percakapan sederhana itu terjadi di sela peninjauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Kantor Gojek, Jakarta Selatan. Hari itu, Diah menjadi satu dari ratusan mitra ojek online yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan pemerintah.
“Yaudah, jaga kesehatan ya,” pesan Teuku Riefky sebelum melanjutkan agenda peninjauan.
Usai perbincangan singkat tersebut, Diah mengaku bersyukur. Bagi dirinya, perhatian pemerintah melalui program CKG bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan langka untuk mengenali kondisi tubuhnya sejak dini.
Sebagai pengemudi ojek online dengan penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari, Diah mengaku kerap mengesampingkan pemeriksaan kesehatan. Waktu dan biaya sering kali menjadi alasan. Program jemput bola seperti CKG membuat ia akhirnya punya ruang untuk memeriksa diri tanpa harus menunda.
“Bagus banget ya, apalagi buat kita mitra Gojek. Kita ini sering ngebit, kejar order, kadang lupa sama kesehatan. Biasanya kalau udah sakit baru ke dokter. Makanya program ini kepake banget,” ujarnya.
Diah tak memiliki riwayat penyakit serius. Setelah menjalani empat rangkaian pemeriksaan hari itu, ia dinyatakan dalam kondisi sehat, meski dengan sejumlah catatan. Salah satunya, anjuran untuk mengurangi konsumsi gula harian.
Dalam program CKG, setiap peserta bakal menerima hasil kesehatan dari dokter. ‘Rapor’ hijau menandakan kondisi sehat, kuning menunjukkan perlunya perawatan jalan, sementara merah menjadi rekomendasi pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah semuanya bagus. Cuma gula darah disuruh dicek rutin tiap bulan. Masih normal sih, tapi jadi kepikiran juga. Soalnya tiap hari ngojek, minum manis sering. Jadi disuruh dikurangin,” tutur Diah.
Selama ini, Diah mengandalkan BPJS Kesehatan yang ia bayarkan secara mandiri sebagai jaminan kesehatan. Namun, ia sadar menjaga kesehatan tetap menjadi tanggung jawab pribadi terlebih dengan profesinya yang menuntut fisik dan penuh risiko di jalan.
“Yang penting istirahat cukup, pola makan dijaga, jangan sembarangan makan. Kesehatan itu kan fatal kalau sampai kenapa-kenapa di jalan. Jadi jangan disepelekan,” terangnya.*(sumber:ekraf.go.id)



















