MADIUN – Meski operasional Posko Angkutan Lebaran 1447 H secara resmi telah ditutup pada Senin (30/3) lalu, namun pengawasan dan edukasi di sejumlah titik rawan tetap menjadi prioritas utama PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026, tentu tidak menyurutkan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA) di wilayah kerja Daop 7 Madiun.
Karena keselamatan adalah aspek yang tidak mengenal batas waktu. Sebagai wujud nyata, KAI Daop 7 Madiun kembali menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan secara masif di sejumlah perlintasan sebidang KA di wilayah Kabupaten Nganjuk hingga Madiun, Rabu (1/4).
Artinya masa Angkutan Lebaran 2026 ini boleh berakhir, tapi komitmen KAI terhadap keselamatan, keamanan perjalanan KA, dan masyarakat tidak akan pernah kendor. Oleh sebab itu, KAI ingin memastikan setiap perjalanan KA tetap lancar, dan pengguna jalan raya pulang ke rumah dengan selamat.
“Langkah edukasi ini diambil, tentunya untuk memastikan kedisiplinan masyarakat khususnya pengguna jalan tetap terjaga. Mengingat frekuensi perjalanan KA, masih tinggi pasca puncak arus balik Lebaran,” ujarnya, Rabu 01 April 2026.
Komitmen Tanpa Jeda
Menurutnya, sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pada Pasal 124, ditegaskan bahwa pada perlintasan sebidang pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan KA. Sebab, pelanggaran terhadap aturan ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga dapat mengganggu kelancaran mobilitas publik yang menggunakan jasa KA.
Untuk itu, KAI berharap kesadaran yang terbangun selama masa Lebaran 2026 ini terus terbawa dalam perilaku berkendara sehari-hari. Mengingat keselamatan perjalanan KA, adalah tanggung jawab kita bersama.
Bahkan, sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan bersama, KAI Daop 7 Madiun juga mengajak kepada seluruh masyarakat yakni termasuk para pengguna jalan, ayo ‘Budayakan Gerakan #BERTEMAN’.
“Kami terus mengkampanyekan gerakan ayo #BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri Kanan, Pastikan Aman, Lalu Jalan). Gerakan ini juga merupakan langkah preventif sederhana, namun krusial bagi pengguna jalan sebelum melintasi rel,” katanya.
Tohari, juga menjelaskan bahwa fokus edukasi dilaksanakan di titik krusial. Kegiatan sosialisasi kali ini, menyasar tiga titik perlintasan KA dengan arus lalu lintas yang padat, yakni:
1.JPL 106 (Km 132+5/6): Petak Bagor-Saradan, Desa/Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.
2.JPL 104 (Km 127+2/3): Petak Bagor-Saradan, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.
3.JPL 115 (Km 147+2/3): Petak Caruban-Saradan, Dusun Bungkus, Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
“Sosialisasi ini melibatkan Tim Pengamanan Daop 7 Madiun yang bersinergi dengan TNI/Polri dari Koramil dan Polsek Wilangan. Kita bersama-sama memberikan edukasi langsung kepada pengendara melalui pembagian flyer, suvenir, serta pembentangkan spanduk imbauan keselamatan,” jelasnya.*(hms/al)




















