MADIUN – Polres Madiun menggelar dialog kebangsaan yang mengusung tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” bertempat di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun, Rabu 12 Agustus 2026.
Kapolres Madiun, AKBP Ridwan Maliki, menyampaikan kegiatan dialog kebangsaan ini, tentunya bukan sekadar forum penyampaian pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) saja.
Tetapi, juga sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi, menyatukan persepsi, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta persatuan di wilayah Kabupaten Madiun. Sebab, kita adalah bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, budaya, organisasi dan komunitas.
“Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Menjaga Kamtibmas bukan hanya menjadi tugas Polri,” ujarnya, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurutnya seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting, mulai dari mahasiswa sebagai agen perubahan, Sabuk Kamtibmas sebagai penggerak keamanan di lingkungan masyarakat.
“Termasuk pengemudi ojek online yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, hingga tokoh perguruan silat yang memiliki peran dalam membina anggotanya,” kata Kapolres.
Diinformasikan dialog kebangsaan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, di antaranya perwakilan mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, komunitas ojek online, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan silat di wilayah Kabupaten Madiun.
Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kapolres Madiun’ AKBP Ridwan Maliki, Wakapolres Madiun’ Kompol Mukhamad Lutfi, Kepala Bidang Wasdin Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Madiun’ Fajar Syahrudin yang mewakil Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun’ Hestu Wiradriawan.
Selain itu, juga para PJU (pejabat utama) Polres Madiun, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, BEM STAINU, BEM STAIM, dan BEM UNIPMA.*(hms/al)



















