Jakarta, 5 Juni 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyelenggaraan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 pada 4-6 Juni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tangguh, inklusif, dan terbuka menuju lima abad usianya.
Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar mengatakan, JFF menjadi wadah yang mempertemukan inovasi, talenta, dan energi kreatif dalam menghasilkan solusi bagi masa depan perkotaan.
“Kreativitas warga kota Jakarta menjadi modal utama ekosistem collaborative city-making yang menerjemahkan partisipasi warga membentuk ketahanan kota yang berdampak global,” jelas Wamen Ekraf di Jakarta, Jumat (5/6).
Mengusung tema “Navigating Resilience”, JFF 2026 melibatkan pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, mitra internasional, komunitas, dan generasi muda untuk membahas arah masa depan Jakarta sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global. Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan lebih dari 500 kolaborator, 15 titik aktivasi, 25 pertunjukan hiburan, 30 kegiatan komunitas, 35 tenant kuliner, serta 35 kekayaan intelektual (IP) lokal dalam creative market.
“Ekonomi kreatif selalu membuka ruang bagi warga kota untuk tetap terhubung dengan aksi-aksi kolaborasi nyata. Ketika kreativitas dipadukan dengan budaya, teknologi, dan jejaring global, maka Kota Jakarta akan memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Wamen Ekraf.
JFF 2026 dibuka melalui sesi dialog bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemerataan akses terhadap berbagai peluang.
“Jakarta akan menjadi kota yang lebih baik ketika seluruh warga kota memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Maka, investasi pada pendidikan, kesehatan, dan ruang tumbuh generasi muda menjadi fondasi utama dalam membangun kota global yang berkeadilan,” ungkap Pramono Anung.
Momentum JFF 2026 juga mendongkrak hubungan internasional Jakarta dengan Berlin yang telah terjalin lebih dari tiga dekade. Managing Director Asia Berlin Forum, Marten Rauschenberg menilai kemitraan antarkota menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global.
“Di tengah situasi geopolitik yang terus berubah, kolaborasi antarkota menjadi penting. Berlin dan Jakarta menunjukkan bahwa kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan dapat mewujudkan kolaborasi nyata, mempertemukan talenta, serta menciptakan masa depan bersama yang lebih tangguh,” ucap Marten Rauschenberg.
Rangkaian pembukaan JFF 2026 turut diisi dengan penyerahan hak cipta aset kekayaan intelektual acara oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, dan ditutup dengan penampilan grup musik Societeit de Harmonie.
Turut hadir dalam pembukaan JFF 2026 antara lain Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Komisaris Utama InJourney, Triawan Munaf; Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania; jajaran BUMD Jakarta; serta para mitra kolaborator strategis.*(sumber:ekraf.go.id)



















