MADIUN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun menggelar Job Far (bursa kerja) selama dua hari yakni mulai Selasa 19 hingga Rabu 20 Mei 2026 nanti, bertempat di Pendopo Ronggo Djoemeno lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspem) di Kota Caruban, Kecamatan Mejayan.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto menyampaikan bursa kerja yang mengusung tema ‘Ben Bahagia, Kudo Kerjo (biar bahagia, harus kerja) yang digelar selama dua hari ini, diharapkan dapat di manfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Madiun, khususnya bagi remaja yang baru lulus dari SMA maupun SMK.
Mengingat bursa kerja kali ini, terbuka lebar untuk warga Kabupaten Madiun yakni terdapat Loker (lowongan kerja) sebanyak 15.038 orang. Namun, sesuai update terakhir hingga pagi ini terdapat 4.700 pelamar kerja yakni terdiri 2.300 pelamar dari Kabupaten Madiun, dan 2.000 pelamar luar Kabupaten Madiun.
Kemudian dalam event bursa kerja tahun 2026 ini terdapat 60 perusahaan baik dalam maupun luar Madiun, yakni hadir secara langsung sebanyak 32 perusahaan membuka stand di Pendopo Ringgo Djoemeno, dan 28 perusahaan membuka secara online.
“Job fair yang digelar selama 2 hari ini, di buka sejak pukul 8.00 wib sampai pukul 14.00 wib. Semoga dengan adanya job fair, kedepannya menjadi salah satu langkah strategis di Kabupaten Madiun untuk mengatasi orang tanpa bekerja (nganggur) atau mengurangi angka pengangguran,” ujarnya disela menyampaikan laporan dalam kegiatan pembukaan Job Fair, Selasa 19 Mei 2026.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, juga menegaskan event Job Fair 2026 ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan kehadiran Pemda Kabupaten Madiun dalam rangka memberikan kesempatan kerja, khususnya kepada masyarakat Kabupaten Madiun.
Terutamanya masyarakat sekitar, karena perusahaan-perusahaan yang ada di bursa kerja ini tidak hanya Madiun saja, tapi juga ada yang dari Kalimantan, Pasuruan, dan Ngawi. Misalkan dalam bursa kerja kali ini, kita hanya putar 50%-nya saja, rata-rata di angka 200-300 bahkan ada yang sampai 2.000 yang dibutuhkan.
“Alhamdulilah pencari kerjanya luar biasa antusiasme dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Jadi, ini kesempatan luar bias. Kami berharap kepada anak-anak yang baru lulus baik SMA maupun SMK, kesempatan yang baik ini digunakan dengan maksimal,” jelasnya.
Semangatnya luar biasa, lanjut Bupati, coba penjenengan atau anda (mas media) lihat, mereka semangat sekali dengan taat menggunakan baju putih dan celana hitam. Tentunya ini adalah bentuk komitmen bahwa mereka memang benar-benar mau mencari kerja, dan siap bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.
Terkait dengan target untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Madiun setiap tahun?
Bupati optimis bahkan diharapkan di Kabupaten Madiun bisa turun 1% setiap tahunnya. Karena di Kabupaten Madiun ini, rata-rata kenaikannya ada di angka 4.000 yakni lulusan SMA dan SMK. Tapi, mereka juga dari sekolah-sekolah banyak yang di koordinasikan dengan pihak perusahaan-perusahaan.
“Jadi, mereka setelah lulus langsung bisa bekerja. Kami berharap yang melamar melalui Job Fair, dan mereka belum mendapatkan kesempatan kerja. Ya mudah-mudah dengan adanya Job Fair ini, mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Madiun’ H. Hari Wuryanto, juga berkenan menabuh alat musik tradisional ‘gong, yakni untuk menandai event Job Fair 2026 dibuka untuk umum selama dua hari kedepan.
Turut hadir Wakil Bupati Madiun’ dr. Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun’ Sigit Budiarto, Ketua TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Madiun’ Ny. Erni Hari Wuryanto, dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Madiun’ Ny. Fitriya Purnomo Hadi.*(al/madiuntourism.com)



















