Bekasi, 14 Januari 2026 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengunjungi fasilitas produksi PT Haldin Pacific Semesta di Cibitung, Jawa Barat. Wamen Ekraf mengapresiasi industri Tanah Air yang mengandalkan inovasi selama bertahun-tahun.
“Bangga sekali melihat ada industri di Indonesia yang 100 persen bertumpu pada inovasi dan dikembangkan lebih dari 30 tahun. Inilah yang dimaksud Presiden tentang ketahanan, bukan hanya pangan, tetapi juga komoditas strategis seperti teh dan kopi,” ujar Wamen Ekraf Irene di lokasi pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sebagai bagian dari Haldin Group, Haldin Natural berperan menyediakan natural building blocks yang presisi dan konsisten bagi industri FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) untuk makanan, minuman, kesehatan, kecantikan, dan personal care. Pendekatan ini menjadikan kekayaan biodiversitas Indonesia lebih siap digunakan sebagai fondasi inovasi produk konsumen.
Peran tersebut diperkuat oleh Haldin Foods yang menghadirkan solusi bahan pangan alami untuk kebutuhan food service dan aplikasi kuliner berskala besar. Dengan fokus pada performa, konsistensi, dan efisiensi, Haldin Foods menjawab kebutuhan dapur profesional dan bisnis F&B yang terus berkembang.
Tak berhenti di situ, Haldin juga mengembangkan Haldin X, sebuah platform innovation enabler bagi startup dan challenger brand. Melalui Haldin X, pelaku usaha rintisan mendapatkan dukungan menyeluruh mulai dari pengembangan ide, formulasi, hingga produksi sehingga inovasi dapat lebih cepat diwujudkan menjadi produk siap pasar. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong lahirnya merek-merek baru berbasis inovasi lokal.
Wamen Ekraf Irene pun menilai Haldin sebagai contoh nyata bagaimana industri dalam negeri mampu membangun daya saing jangka panjang melalui penguatan hilirisasi. Haldin dinilai sebagai industri pengolahan nasional yang tumbuh konsisten berbasis inovasi, riset, dan integrasi rantai nilai.
Selain itu Wamen Ekraf Irene menegaskan bahwa Kementerian Ekraf membuka ruang kolaborasi antara industri pangan dan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku kuliner yang tengah bertumbuh.
“Kami ingin pelaku usaha bisa naik kelas dan masuk ke rantai pasok yang lebih kuat melalui kemitraan industri,” tambahnya.
Di tempat yang sama, CEO sekaligus Pendiri PT Haldin Pacific Semesta, Alisjahbana Haliman, menjelaskan bahwa transformasi Haldin dibangun dari penguatan aset, teknologi, dan kekayaan intelektual.
Sebagai pelengkap dari pendekatan tersebut, Haldin juga menghadirkan Talasi, sebuah inisiatif social enterprise yang berfokus pada produk konsumen seperti kopi, kacang mete, dan madu dari berbagai daerah di Indonesia. Talasi menekankan hubungan yang lebih inklusif dengan petani serta praktik berkelanjutan di tingkat hulu.
“Kami menyiapkan fondasi agar rantai nilai bisa terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha yang ingin tumbuh bersama,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan peran Haldin Group sebagai mitra strategis dalam mendorong hilirisasi berbasis inovasi menghubungkan sumber daya alam, kapabilitas industri, dan ekosistem kreatif agar mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Commercial Director PT Haldin Pacific Semesta Andry, Chief Operating Officer PT Haldin Pacific Semesta Evantono Balin, serta jajaran manajemen lainnya. Sedangkan Wamen Ekraf Irene didampingi oleh Direktur Kuliner Kementerian Ekraf Andy Ruswar.*(sumber:kemenpar.go.id)



















