Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf dan ICCN Gunakan Pendekatan Hexahelix untuk Bangun Kota Kreatif di Indonesia

Jumat, 15 Agustus 2025

Padang, 8 Agustus 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk mengidentifikasi potensi kota-kota kreatif di Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis subsektor kreatif, sekaligus mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.

“Pemetaan tentang ekonomi kreatif Indonesia ini sangat penting. Kementerian Ekraf akan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam sensus ekonomi nasional untuk melihat lebih jelas pemetaan kekuatan ekonomi kreatif yang tak hanya secara umum atau nasional, tetapi juga dari setiap kabupaten,” kata Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dalam Rakornas ICCN sesi kolaborasi di The ZHM Premiere Hotel, Padang pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Rakornas ICCN 2025 merupakan momentum penting pembangunan ekonomi kreatif yang dimulai dari berbagai daerah. Potensi yang berlimpah dari berbagai daerah menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang memberi geliat bagi pengembangan ekonomi lokal.

Menurut Menteri Ekraf, suatu potensi kota kreatif harus dilakukan pemetaan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan memanfaatkan secara optimal sumber daya secara berkelanjutan.

“Pemetaan terkait potensi dari suatu kota akan memunculkan tambang-tambang kreativitas yang ada di masing-masing daerah. Dari sana terbentuk kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah sehingga bisa menyusun program yang lebih tepat sasaran, terutama pengembangan industri kreatif yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf juga menegaskan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bisa menjadi langkah strategis untuk memberi ruang bagi para pegiat ekonomi kreatif. Maka dari itu, pendekatan kolaborasi hexahelix akan menghadirkan subsektor ekraf yang paling potensial sebagai kekuatan suatu daerah atau kota kreatif.

“Dalam Asta Cita Presiden Prabowo poin ketiga dikatakan ekonomi kreatif harus didorong untuk membuka lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Bukan tidak mungkin bahwa industri kreatif Indonesia akan menjadi sebuah mesin yang sangat kuat tidak hanya untuk nasional, tetapi juga masuk pasar global. Pendekatan hexahelix dalam membangun industri kreatif akan mengatasi berbagai tantangan dan memunculkan kota-kota kreatif potensial di Indonesia. Tentu ICCN juga bisa mengawal penguatan data nantinya,” ujar Menteri Ekraf.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad yang hadir secara daring juga menyebut pengembangan ekonomi kreatif Indonesia harus melakukan penguatan sinergi lintas sektor untuk mengimplementasikan kebijakan yang membuka perluasan lapangan kerja berkualitas.

“Saya mengapresiasi atas kinerja dan konsistensi dari ICCN dalam menjaga ekosistem kreatif berbasis komunitas budaya. Ini menjadi sesuatu jejaring kreatif yang menghubungkan dari kota dan kabupaten. Saya juga selalu berkolaborasi dengan ICCN karena Indonesia punya potensi yang sangat luar biasa menjadi kekuatan kreatif dunia dengan jumlah pekerja kreatif lebih dari 20 juta,” ungkap Raffi Ahmad.

Rakornas ICCN 2025 menjadi forum lintas komunitas, komite, dan ekosistem ekonomi kreatif yang melakukan navigasi pembangunan indeks kabupaten dan kota kreatif, narasi dan strategi komunikasi pusat kreatif, penjenamaan kota, festival komunitas, hingga aggregator ekraf yang saling menguatkan untuk tetap terhubung demi Indonesia yang kreatif dan berbudaya.

“Bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, kami ingin highlight terkait basis data objektif untuk kebijakan ekonomi kreatif yang dapat dimoderasi ke tujuan yang lebih efektif. Selain itu, bagaimana identifikasi kota potensial untuk pengembangan ekraf selanjutnya juga penting. Apalagi Kementerian Ekraf punya peran dalam menguatkan ekosistem kreatif di Indonesia,” ucap TB Fiki Satari sebagai Ketua Umum ICCN sekaligus moderator dalam sesi diskusi ini.

Rakornas ICCN 2025 terselenggara selama lima hari, mulai 6-10 Agustus 2025. Tak hanya menghadirkan sesi diskusi panel dari berbagai stakeholder, tetapi ada juga giat wisata untuk mengunjungi titik-titik pusat kreativitas Kota Padang. Tujuannya tentu untuk menyerap aspirasi, menyatukan energi, dan mempertajam ide gagasan sehingga bisa langsung diimplementasikan bagi pengembangan ekonomi kreatif ke masing-masing daerahnya.

Sebagai tindak lanjut audiensi 21 Maret 2025 dalam bentuk penguatan hexahelix, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati turut menandatangani Nota Kesepakatan dengan ICCN tentang pengembangan ekonomi kreatif. Dilanjutkan MoU antara ICCN dan perwakilan dari KEK Singhasari tentang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan serta pengembangan budaya dan ekonomi kreatif.

Kementerian Ekraf senantiasa melakukan kolaborasi hexahelix dengan komunitas atau asosiasi termasuk ICCN, bisnis atau swasta, akademisi, lembaga keuangan, Pemerintah atau kementerian lembaga lain dengan membuat jaringan pendekatan untuk mendorong 17 subsektor ekraf yang mendukung pembangunan merata, kemerdekaan semakin nyata.

Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf; Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; beserta Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal. Tampak hadir juga Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi; Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir; Wali Kota Pariaman, Yota Balad; Bupati Tanah Datar, Eka Putra; Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta; dan para jejaring komunitas ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia. *(sumber:ekraf.go.id)

error: