Menjalin Usaha Bersama

logo

Hari Pariwisata Dunia: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan

Rabu, 17 September 2025

INDONESIA – Hari Pariwisata Dunia diperingati setiap tanggal 27 September. Hari Pariwisata Dunia diadakan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat internasional betapa pentingnya pariwisata dan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Hari Pariwisata Dunia pertama kali dirayakan pada 1980 untuk memperingati hari adopsi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Statutes di 27 September 1970.

Hari Pariwisata Dunia 2025 mengambil tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation). Tema ini diambil sebagai pengingat pariwisata bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan tetapi juga wadah untuk pembangunan yang adil, pelestarian budaya dan warisan, perlindungan flora dan fauna, integritas lingkungan dan ketahanan masyarakat. Pariwisata mempunyai potensi sebagai agen perubahan positif. Pariwisata bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga katalis kemajuan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan penciptaan peluang baru.

Tema Hari Pariwisata Dunia juga tepat mengingat geliat sektor pariwisata pascapandemi. Secara global, jumlah wisatawan internasional di tahun 2024 mencapai 1,4 miliar. Jumlah ini meningkat 115% dari 2023. Wilayah Asia Pasifik bahkan mendapatkan momentum, mencapai pertumbuhan 87 persen dibanding jumlah wisatawan sebelum masa pandemi.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari-Juni 2025 sebesar 7,05 juta, tumbuh positif 9,44 persen (year-on-year). Kunjungan wisatawan mancanegara ini didominasi oleh negara-negara ASEAN, disusul Asia selain ASEAN, dan Eropa. Perjalanan wisatawan nusantara juga melonjak secara signifikan dengan total 105,12 juta perjalanan, naik 25,93 persen (year-on-year).

Dalam memperingati hari Pariwisata Dunia beberapa kegiatan telah disiapkan diantaranya oleh Politeknik Pariwisata dan Badan Otorita yang berada di naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Contohnya Politeknik Pariwisata Makassar. Sejalan dengan program prioritas Kemenpar, Poltekpar Makassar mengadakan Gerakan Wisata Bersih yang akan diikuti oleh civitas akademika dan melibatkan stakeholder bidang pariwisata.

Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar seremoni simbolik namun merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata di seluruh Indonesia. Kebersihan adalah salah satu aspek esensial yang memengaruhi keamanan, kenyamanan wisatawan, reputasi destinasi, serta daya saing pariwisata nasional di tingkat global. Laporan pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) menyoroti tantangan Indonesia pada aspek health and hygiene, Indonesia mencatat skor 3,78. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,53.

Sementara Poltekpar Bali akan mengadakan Treasure (International Conference on Travel and Leisure) pada 25 September 2025. Konferensi Internasional dengan tema “Innovating Travel and Leisure: Pathways to Global Sustainability” mengundang akademisi dan masyarakat umum untuk mengajukan makalahnya sejak 1 April 2025 dan batas akhir pengajuan makalah penuhnya pada 5 September 2025.

Poltekpar Bali juga mengadakan Festival Makardhi pada 19-26 September 2025, sebuah  kompetisi pariwisata dengan fokus budaya sebagai tema utama dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi. Festival Makardhi memperkenalkan konsep perdamaian dan keberlanjutan lingkungan melalui pariwisata budaya. Festival Makardhi merupakan kegiatan yang dilaksanakan berlatarbelakang-kan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. ‘Makardhi’ merupakan akronim dari motto Poltekpar Bali yakni ‘Manganjali Karya Werdhi’. Secara utuh motto tersebut dapat diartikan meningkatkan pengabdian melalui peningkatan mutu karya.

Sementara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) juga mengadakan event dalam menyambut Hari Pariwisata Dunia. BPOLBF akan mengadakan Mai Hang Food Festival pada 20 September 2025. Mai Hang Food Festival adalah event bertema makanan dan jajanan lokal dan modern yang dilakukan berdasarkan kolaborasi antara Kemenpar dan BPOLBF serta beberapa pihak lain.

Mai Hang Food Fest ini dilakukan sebagai wadah acara bertemakan gastronomi khusus di Destinasi Super Prioritas. Selain menambah event baru di Labuan Bajo, event ini juga menjadi sarana etalase kuliner yang ada di Labuan Bajo, dalam artian tidak hanya kuliner asli atau lokal saja, tetapi juga kuliner lainnya yang berkembang di Labuan Bajo.

Untuk kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh Poltekpar dan Badan Otoritas bisa kamu lihat di media sosial dan website masing-masing ya.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: