Menjalin Usaha Bersama

logo

Bupati Madiun: Mohon Pengelola SPPG Terima Kehadiran Petugas Kesehatan dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026

MADIUN – Dalam rangka turut mensukseskan Asta Cita-nya Presiden RI, Prabowo Subianto yakni makan bergizi gratis (MBG), Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto menilai bahwa program ini luar biasa, dan semoga selalu mendapatkan keberkahan.

Ia juga berharap kepada seluruh pelaksana dan relawan agar bisa melaksanakan kegiatan SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) ini dengan sebaik-baiknya, yakni sesuai dengan SOP (standar operasioanl prosedur) yang sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional atau BGN.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun mewanti-wanti kepada setiap Kepala SPPG dan para relawannya, agar dalam melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan keikhlasan anda semua.

“Menjalankan program MBG ini, harus betul-betuk ikhlas. Karena ini untuk memberikan makanan kepada anak-anak kita, dan juga ibu-ibu hamil serta menyusui,” ujar H. Hari Wuryanto saat melaunching SPPG Barokah di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Selasa 10 Februari 2026.

Menurutnya kegiatan ini merupakan program yang luar biasa, dan memberikan manfaat juga luar biasa bagi anda. Amalnya akan terus mengalir apabila orang tersebut, bisa menikmati MBG dengan bahagia. Apalagi mereka (anak-anak penerima manfaat), menjadi anak-anak yang sukses di kemudian hari.

Tentunya ini, bukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Tapi, program ini adalah pekerjaan yang luar biasa. Presiden RI, Prabowo Subianto mempunyai program yang luar biasa supaya seluruh komponen yang ada di Indonesia, bisa menikmati kesejahteraan yakni salah satunya pemberian MBG kepada anak-anak kita semua.

Supaya apa? Supaya anak-anak kita ke depan menjadi anak-anak yang tangguh dan cerdas, sehingga bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju yakni ‘Indonesia Emas tahun 2045’.

Diharapkan kepala SPPG bersama timnya apabila Satgas dari Pemda Kabupaten Madiun yakni Dinkes (dinas kesehatan) hadir, mohon diberi kesempatan. Karena yang mengeluarkan sertifikat layak higienis, dan sehat adalah dari Dinkes Kabupaten Madiun.

Kehadiran dokter Dinkes Kabupaten Madiun untuk memastikan bahwa makanan itu higienis dan sehat, adalah yang berkompeten yaitu dokter dan petugas kesehatan lainnya. Untuk itu, kehadiran Satgas tersebut’ mohon nanti diterima dengan baik. Mengingat ada beberapa kejadian, dikira petugas kesehatan hendak melakukan apa-apa?

“Padahal, pak/bu dokter mau memeriksa dan melihat secara langsung apakah betul-betul makanan yang akan disajikan untuk anak-anak kita itu betul-betul higienis, sehat dan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh BGN atau belum?,” jelasnya.

Karena SOP itu, tegas Bupati Madiun, di seluruh Indonesia yang ditentukan dan dikeluarkan oleh BGN untuk SPPG tentu sama semua. Sebab itu, kita tinggal menjalankan saja, makanya harus betul-betul di pedomani jangan sampai kelewatan.

Tentu pemerintah tidak menginginkan kejadian yang pernah terjadi di Madiun beberapa waktu lalu yakni ada anak yang keracunan, semoga tidak terulang lagi.

“Ini mungkin pada saat itu, kondisi anak-anak kurang fit. Karena tidak sesuai dengan prosedur, mengibatkan anak-anak keracunan. Kami berharap, itu tidak terulang lagi di Madiun,” terangnya.

Ia juga menambahkan seyogyanya tim di SPPG harus memastikan bahwa makanan yang kita sajikan untuk balita, anak-anak, ibu hamil serta menyusui, itu betul-betul sesuai dengan SOP, higienis, dan sehat. Hal inilah yang harus betul-betul dipastikan sebelum makanan atau MBG di distribusikan kepada penerima manfaat.

“Ya, syukur-syukur sebelum makanan disampaikan semuanya, kepala SPPG dan relawannya merasakan atau mencicipi dulu. Jadi, kalau misalkan saja ada racunnya, maka petugasnya yang duluan, kan seperti itu,” tandas H. Hari Wuryanto, sembari disambut tepuk riuh para tamu undangan yang hadir.*(al/madiuntourism.com)

error: