Menjalin Usaha Bersama

logo

Aceh Culinary Festival: Rekomendasi Makanan Menarik Khas Aceh

Kamis, 26 Maret 2026

INDONESIA – Aceh Culinary Festival 2026 kembali dilaksanakan mulai tanggal 8-12 April 2026. Aceh Culinary Festival merupakan salah satu perayaan kuliner paling berwarna di Indonesia yang setiap tahun masuk ke dalam Karisma Event Nusantara. Tahun ini Aceh Culinary Festival bahkan masuk ke jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara.

Setiap tahunnya, Aceh Culinary Festival menjadi ruang di mana kekayaan rasa Aceh bertemu dengan semangat masyarakatnya yang hangat, terbuka, dan penuh cerita. Tahun ini, festival mengusung semangat “Celebrating The Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage”, sebuah ajakan untuk merayakan kuliner sebagai jembatan budaya dan identitas Aceh yang tak lekang oleh waktu.

Nah, kali ini kami merekomendasi beberapa hidangan menggugah selera khas “dapur” Aceh yang dapat kalian coba. Berikut ini daftar rekomendasinya.

Rujak Khas Aceh

Rujak Aceh adalah sajian segar yang memadukan aneka buah tropis lokal seperti mangga, jambu, nanas, dan pepaya, yang dipotong kasar dan disiram dengan bumbu kacang yang kental, asam, manis, dan sedikit pedas. Cita rasanya unik karena perpaduan asam dari buah, gurih kacang tanah sangrai, serta sensasi pedas cabai rawit yang membangunkan selera.

Rujak ini sangat cocok disantap di tengah hari yang panas. Anda bisa membelinya di sepanjang Pantai Lampuuk, warung-warung di Banda Aceh, atau area sekitar Blang Padang yang terkenal sebagai pusat kuliner kaki lima.

Bulukat Teutet

Bulukat Teutet adalah makanan penutup manis khas Aceh yang terbuat dari ketan (bulukat) yang dikukus dan disajikan dengan kuah santan gurih, gula merah cair, dan taburan kelapa parut.

Rasanya manis legit, tekstur ketannya lembut dan kenyal, serta aroma santan yang harum sangat memanjakan lidah. Kuliner ini biasanya dijajakan di pasar tradisional serta gerai jajanan khas di sekitar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Pasar Lambaro.

Le Boh Timun

Le Boh Timun adalah semacam sup atau sayur bening dengan bahan utama timun Aceh, udang atau ikan, dan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan lada. Rasa kuahnya segar dan gurih, dengan sensasi renyah dari potongan timun dan keharuman rempah alami.

Hidangan ini sangat cocok disantap sebagai pelengkap makan siang, dan bisa ditemukan di warung makan tradisional di Aceh Besar maupun di rumah makan khas yang tersebar di Banda Aceh.

Lauk Tumeh

Lauk Tumeh adalah hidangan lauk khas Aceh yang berbahan dasar ikan air tawar atau daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah tumeh, seperti serai, kunyit, lengkuas, dan daun kari. Rasanya gurih, aromatik, dengan sentuhan pedas dan rempah yang menyatu dalam kuah kental.

Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi putih hangat, cocok dinikmati saat makan siang atau malam. Anda dapat menemukannya di rumah makan tradisional Aceh di Banda Aceh, salah satunya di kawasan Peunayong dan Pasar Aceh.

Kue Marke (Akar Kelapa)

Kue Marke, atau yang dikenal juga dengan nama akar kelapa, adalah cemilan tradisional Aceh berbentuk seperti akar-akar kecil dengan tekstur renyah dan rasa gurih manis. Terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, gula, dan telur yang digoreng hingga kering.

Kue ini sangat cocok sebagai teman minum kopi atau teh di sore hari. Anda dapat membelinya sebagai oleh-oleh di pusat oleh-oleh Banda Aceh, seperti di Jalan Muhammad Jam, serta di pasar-pasar tradisional di seluruh Aceh.

Dengan semakin besarnya minat wisatawan domestik dan mancanegara, Aceh Culinary Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Aceh sebagai destinasi kuliner dan budaya kelas dunia.

Keberagaman kuliner yang ada pada Aceh diharapkan dapat membuka pintu baru dalam promosi dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat. Cover foto: Sumber: @sustainhub.bna.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: