Menjalin Usaha Bersama

logo

Diikuti 839 Peserta, Ijen Geopark Run 2026 Sukses Jadi Daya Tarik Sport Tourism

Kamis, 17 September 2026

INDONESIA – Ijen Geopark Run 2026 yang berlangsung pada 23 Agustus 2026 di kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, Banyuwangi, telah sukses digelar. Kompetisi lari ini merupakan gelaran perdana yang menjadi pembuka rangkaian Geopark Run Series 2026–2027.

Setelah Banyuwangi, rangkaian event ini akan berlanjut ke tiga kawasan geopark lainnya, yaitu Minang, Ciletuh, dan Belitong. Ratusan peserta pun antusias ambil bagian dalam tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon).

Tak hanya menjadi ajang olahraga, Ijen Geopark Run 2026 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya lokal kepada peserta. Perpaduan antara aktivitas olahraga dengan pengalaman menikmati destinasi menjadi gambaran bagaimana konsep sport tourism dihadirkan dalam event ini. Berikut sejumlah catatan menarik dari rangkaian kegiatan Ijen Geopark Run 2026.

839 Pelari Dari Berbagai Daerah Beradu Kecepatan di Lintasan

Sebanyak 839 pelari ambil bagian dalam Ijen Geopark Run 2026 yang dimulai dari Paltuding Camp, Banyuwangi, Jawa Timur. Para peserta berkompetisi dalam tiga kategori lomba, yaitu 21K (Half Marathon), 10K, dan 5K. Perlombaan dimulai pada pukul 05.00 WIB dari Paltuding Ijen. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata RI, Ni Komang Ayu Astiti, turut hadir untuk membuka dan melepas keberangkatan para peserta.

Kehadiran pelari dari luar daerah menunjukkan daya tarik Ijen Geopark Run yang tidak hanya menyasar peserta lokal, tetapi juga menarik minat komunitas lari dari berbagai daerah. Antusiasme tersebut turut menempatkan event ini sebagai salah satu agenda lomba yang mendapat perhatian di kalangan pelari.

Persaingan di setiap kategori menghasilkan enam pemenang. Pada kategori 5K, Azriel Wahyu menjadi pemenang putra dengan catatan waktu 22 menit 39 detik, sementara Nadhifatul Ayda memenangkan kategori putri dengan waktu 28 menit 1 detik.

Untuk kategori 10K, posisi teratas diraih Ivon Sholihin pada kategori putra dengan waktu 46 menit 57 detik dan Fathiah Zahra Pramudya pada kategori putri dengan waktu 52 menit 39 detik. Sementara itu, kategori 21K (Half Marathon) dimenangkan Umar Ali Sofyan pada kategori putra dengan catatan waktu 1 jam 37 menit 59 detik, sedangkan Erica Balqis Zahra menjadi pemenang kategori putri dengan waktu 2 jam 25 menit 21 detik.

Dihibur dengan Pertunjukan Tari Daerah

Ijen Geopark Run 2026 juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni tari daerah Banyuwangi dan Bondowoso. Kesenian daerah tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama penyelenggaraan event. Kehadiran pertunjukan tari turut memperkuat unsur budaya dalam Ijen Geopark Run 2026. Kesenian dari Banyuwangi dan Bondowoso menjadi bagian dari rangkaian acara yang menyambut peserta selama penyelenggaraan event.

Pertunjukan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian daerah kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah. Dengan demikian, pengalaman peserta selama mengikuti Ijen Geopark Run 2026 tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi juga dengan pertunjukan budaya.

Pelari Disuguhi Panorama Kawah Wurung 

Khusus kategori 21K (Half Marathon), peserta melewati rute yang mengarah ke Kawah Wurung, salah satu kawasan dengan panorama alam menarik di sekitar Ijen. Pemandangan perbukitan menjadi bagian dari perjalanan peserta selama mengikuti perlombaan.

Berbeda dengan rute di kawasan perkotaan, jalur ini membawa peserta lebih dekat dengan suasana alam Ijen. Hamparan perbukitan dan udara pegunungan menjadi pemandangan yang menemani peserta saat menempuh jarak 21 km. Kawah Wurung pun menjadi salah satu daya tarik yang membuat rute 21K terasa berbeda. Peserta tidak hanya ditantang menyelesaikan jarak yang lebih panjang, tetapi juga dapat menikmati panorama alam sepanjang rute.

Memberikan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar 

Sebanyak 35 booth UMKM turut hadir selama rangkaian event untuk menawarkan beragam produk kepada peserta. Kehadiran mereka menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan menjual produk secara langsung.

Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah juga membuka peluang bagi sektor usaha lain di Banyuwangi, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai kebutuhan selama berada di daerah tersebut. Aktivitas mereka turut mendorong kunjungan ke sejumlah tempat usaha dan destinasi di sekitar Banyuwangi.

Selain memberikan peluang bagi pelaku usaha, kedatangan peserta dan pendamping dari berbagai daerah juga membantu memperkenalkan destinasi di Banyuwangi kepada lebih banyak orang. Dengan begitu, rangkaian event ini dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas eksposur pariwisata daerah. Itulah beberapa ulasan singkat dari ajang kompetisi Ijen Geopark Run 2026. Bagaimana? Cukup seru dan menantang, ya?

Setelah digelar di Banyuwangi, ajang ini akan kembali hadir di beberapa kota berikutnya, yaitu Minang Bukittinggi pada 1 November 2026, Ciletuh Sukabumi pada 17 Januari 2027, dan akan ditutup di Belitong, Pulau Belitung, pada 18 April 2027. Ingin tahu informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya? Kunjungi akun Instagram resmi @eventbyindonesia, ya!

Yuk, liburan #DiIndonesiaAja agar lebih mengenal keindahan alam Indonesia melalui event olahraga serta mendukung peningkatan perekonomian di Indonesia. Supaya kamu tidak ketinggalan informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya, jangan lupa kunjungi juga situs indonesia.travel ya!.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: