Menjalin Usaha Bersama

logo

Rasakan Sensasi Berlari Menikmati Panorama Indah Kawasan Ijen di Ijen Geopark Run 2026

Jumat, 14 Agustus 2026

INDONESIA – Lomba lari kini tak lagi hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan fisik atau mencatat waktu terbaik. Bagi banyak pelari, pengalaman berlari juga menjadi kesempatan menikmati pemandangan sepanjang rute serta merasakan suasana khas di daerah yang menjadi lokasi event. Tak heran jika semakin banyak event lari yang dikemas dengan konsep sport tourism untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para peserta.

Salah satunya adalah Ijen Geopark Run 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 di kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, Banyuwangi. Sebagai seri pembuka Geopark Run Series 2026–2027, event ini memadukan olahraga dengan promosi destinasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Ijen Geopark Run 2026 juga menghadirkan sejumlah fakta menarik yang patut diketahui. Berikut ulasannya.

Ijen Geopark Run 2026 Menjadi Pembuka Geopark Run Series 2026–2027 

Ijen Geopark Run 2026 akan digelar pada 23 Agustus 2026 di kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, Banyuwangi. Ajang ini menjadi gelaran perdana Ijen Geopark Run sekaligus membuka rangkaian Geopark Run Series 2026–2027. Setelah Banyuwangi, rangkaian event ini akan berlanjut ke tiga kawasan geopark lainnya, yaitu Minang, Ciletuh, dan Belitong, yang masing-masing menawarkan pengalaman berlari dengan karakter kawasan yang berbeda.

Lebih dari sekadar kompetisi lari, Ijen Geopark Run 2026 dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga dengan eksplorasi kawasan geopark. Melalui event ini, peserta tidak hanya diajak berlari melintasi kawasan Ijen UNESCO Global Geopark, tetapi juga mengenal potensi wisata alam dan budaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Untuk menambah semarak penyelenggaraan, pihak penyelenggara juga akan menghadirkan pesta rakyat yang menampilkan beragam kesenian lokal serta kuliner khas Banyuwangi.

“Geopark Run Series menghadirkan konsep yang mengintegrasikan olahraga lari, promosi destinasi geopark Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat sekitar dengan semangat inklusivitas dan keberlanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat pengembangan sports tourism di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam acara Press Conference & Launching Geopark Run Series di Jakarta pada Jumat (22/5/2026).

Tiga Kategori Lomba Sesuai Tingkat Kemampuan Peserta 

Peserta Ijen Geopark Run 2026 dapat memilih tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon). Ketiga kategori tersebut dapat diikuti oleh pelari dari berbagai tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga yang telah berpengalaman. Seluruh peserta akan memulai lomba dari Paltuding Camp, Banyuwangi, yang menjadi lokasi start Ijen Geopark Run 2026.

Penyelenggara membuka penjualan tiket dalam tiga periode, yaitu Super Early Bird, Early Bird, dan Harga Normal. Pada periode Super Early Bird, harga tiket dibanderol mulai dari Rp150.000 untuk kategori 5K, Rp175.000 untuk 10K, dan Rp200.000 untuk 21K. Memasuki periode Early Bird, harga tiket menjadi Rp250.000 (5K), Rp300.000 (10K), dan Rp350.000 (21K). Sementara itu, pada periode Harga Normal, tiket dijual seharga Rp300.000 untuk 5K, Rp350.000 untuk 10K, dan Rp400.000 untuk 21K.

Peserta juga dapat menikmati potongan harga sebesar Rp50.000 untuk pembelian tiket melalui aplikasi balé by BTN sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Pengambilan race pack dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Agustus 2026, menjelang hari pelaksanaan lomba. Informasi selengkapnya mengenai pembelian tiket dapat diakses melalui website resmi geoparkrun.com atau beyondrun.com.

Menargetkan Lebih dari 2.000 Peserta

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan lebih dari 2.000 peserta mengikuti Ijen Geopark Run 2026. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah daerah juga akan melibatkan masyarakat lokal agar event ini berlangsung meriah sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berharap penyelenggaraan Ijen Geopark Run 2026 dapat memperkuat upaya promosi kawasan geopark Indonesia.

“Semoga dengan dipilihnya Banyuwangi dalam rangkaian Geopark Run Series ini nanti bisa mempromosikan geopark-geopark yang ada di Indonesia ke kancah internasional,” ujar Ipuk dalam acara Press Conference & Launching Geopark Run Series di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Hadirkan Paspor dan Medali Eksklusif bagi Finisher

Geopark Run Series juga menghadirkan Finisher Unity Paspor dan Finisher Unity Medal sebagai bagian dari rangkaian event. Rangkaian Geopark Run Series diawali melalui Ijen Geopark Run di Banyuwangi, kemudian berlanjut ke Minang Geopark Run di Bukittinggi, Ciletuh Geopark Run di Sukabumi, dan ditutup dengan Belitong Geopark Run di Pulau Belitung. Pada setiap seri, peserta akan memperoleh cap khusus pada Finisher Unity Paspor sebagai penanda telah menyelesaikan masing-masing event.

Selain paspor, penyelenggara juga menyiapkan Finisher Unity Medal bagi pelari yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Geopark Run Series 2026–2027. Medali yang terinspirasi dari World Marathon Majors Medal ini menjadi simbol pencapaian finisher setelah menuntaskan keempat seri Geopark Run yang digelar di empat kawasan geopark Indonesia.

Rekomendasi Destinasi Wisata Seru Bersama Keluarga di Sekitar Ijen

Mengenal Lebih Dekat Budaya Suku Osing di Desa Wisata Kemiren

Jika masih memiliki sisa waktu liburan setelah mengikuti Ijen Geopark Run 2026, mungkin tidak ada salahnya menyempatkan diri berkunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren. Berlokasi di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, destinasi ini menawarkan pengalaman mengenal lebih dekat budaya Suku Osing, suku asli Banyuwangi, yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Pengunjung dapat menyusuri deretan rumah adat Osing yang memiliki arsitektur khas, menikmati suasana pedesaan yang asri, hingga mencicipi beragam kuliner tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat. Tak hanya itu, Desa Wisata Osing Kemiren juga kerap menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai atraksi seni dan budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Banyuwangi kepada wisatawan.

Dari kawasan Paltuding atau pintu masuk pendakian Kawah Ijen, Desa Wisata Osing Kemiren dapat ditempuh sekitar 35–45 menit menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, mobil sewa, maupun layanan travel wisata.

Sesampainya di lokasi, wisatawan dapat berjalan kaki menyusuri kawasan rumah adat, menikmati sajian khas seperti pecel pithik dan kopi Osing, hingga menyaksikan pertunjukan budaya seperti Tari Gandrung, Barong Osing, dan musik Gedhogan apabila bertepatan dengan jadwal pementasan. Selain itu, tersedia pula berbagai paket wisata edukasi, mulai dari belajar membatik, mengolah kopi, memasak kuliner tradisional, hingga mencoba gerakan dasar tari tradisional bersama masyarakat setempat.

Desa Wisata Osing Kemiren dapat dikunjungi setiap hari mulai sekitar pukul 07.00–17.00 WIB. Berdasarkan informasi terbaru dari sejumlah referensi wisata, harga tiket masuk dibanderol sebesar Rp20.000 per orang, sedangkan anak berusia di bawah lima tahun dapat masuk secara gratis. Bagi rombongan yang terdiri dari minimal 10 orang, tersedia tarif khusus sebesar Rp15.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir kendaraan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp10.000 untuk bus.

Pengunjung yang ingin mengikuti atraksi budaya atau paket wisata edukasi akan dikenakan biaya tambahan sesuai aktivitas yang dipilih. Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan mengecek agenda pertunjukan budaya yang sedang berlangsung agar pengalaman berwisata menjadi lebih lengkap.

Menyegarkan Diri di Air Terjun Kalibendo

Dikelilingi hamparan perkebunan kopi, karet, dan cengkeh di kaki Gunung Ijen, Air Terjun Kalibendo menawarkan suasana alam yang sejuk dengan aliran air yang jernih. Berlokasi di kawasan Agrowisata Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, destinasi wisata ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan alam Banyuwangi.

Rindangnya pepohonan, udara pegunungan yang segar, serta suara gemericik air menciptakan suasana yang menenangkan, cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dari kawasan Paltuding atau pintu masuk pendakian Kawah Ijen, Air Terjun Kalibendo dapat ditempuh sekitar 25–35 menit menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, mobil sewa, maupun layanan travel wisata.

Setelah tiba di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10–15 menit melewati jalur setapak yang membelah kawasan perkebunan sebelum tiba di lokasi air terjun. Selain menikmati panorama alam dan berfoto, pengunjung juga dapat bermain air di aliran sungai yang jernih, bersantai di gazebo, atau sekadar menikmati udara sejuk khas lereng Gunung Ijen.

Air Terjun Kalibendo dapat dikunjungi setiap hari dengan harga tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir kendaraan dikenakan sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil. Berdasarkan informasi operasional terbaru, kawasan wisata ini umumnya buka mulai pukul 05.30 hingga 17.00 WIB.

Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari area parkir, gazebo, toilet, hingga warung makan sederhana. Agar perjalanan lebih nyaman, wisatawan disarankan mengenakan alas kaki yang tidak licin karena beberapa bagian jalur menuju air terjun dapat menjadi lembab, terutama setelah hujan.

Berendam di Pemandian Air Panas Alami Banyu Kuwung  

Menikmati hangatnya air panas alami di tengah suasana kaki Gunung Ijen menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu di Banyuwangi. Berlokasi di Dusun Krajan, Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Wisata Banyu Kuwung menawarkan kolam pemandian yang memanfaatkan sumber mata air alami dari kawasan pegunungan.

Nama Banyu Kuwung sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti air pelangi, terinspirasi dari cerita masyarakat setempat yang mengaitkan kemunculan pelangi dengan mata air di kawasan tersebut. Selain berendam, pengunjung juga dapat menikmati suasana pedesaan yang masih asri dengan latar perbukitan hijau khas lereng Gunung Ijen.

Dari kawasan Paltuding atau pintu masuk pendakian Kawah Ijen, Wisata Banyu Kuwung dapat ditempuh sekitar 15–20 menit menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, mobil sewa, maupun layanan travel wisata.

Sesampainya di lokasi, wisatawan dapat berendam di kolam alami dengan kedalaman sekitar 60–120 cm, bermain air bersama keluarga, bersantai di gazebo, hingga menikmati aneka kuliner yang dijajakan di warung sekitar. Bagi yang ingin menghabiskan waktu lebih lama, kawasan wisata ini juga dilengkapi area camping ground, sehingga cocok untuk menikmati suasana alam yang tenang sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Banyuwangi.

Wisata Banyu Kuwung dibuka setiap hari kecuali Jumat, yang dimanfaatkan pengelola untuk melakukan pembersihan kawasan. Jam operasional berlangsung Senin–Kamis pukul 08.00–16.00 WIB, sedangkan Sabtu–Minggu pukul 07.00–16.00 WIB.

Berdasarkan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp5.000 per orang. Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari area parkir, musala, toilet, gazebo, warung makan, hingga camping ground, sehingga destinasi ini cocok menjadi pilihan wisata bersama keluarga setelah menjelajahi kawasan Ijen.

Itulah beberapa informasi menarik tentang penyelenggaraan Ijen Geopark Run 2026 yang akan berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Paltuding Camp, Kawasan Ijen Geopark, Banyuwangi, Jawa Timur mendatang dan juga wisata menarik di sekitar Ijen yang bisa kamu kunjungi.

Ikuti akun Instagram resmi @eventbyindonesia untuk mengetahui informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya ya.

Yuk, liburan #DiIndonesiaAja supaya bisa lebih mengenal keindahan alam Indonesia serta mendukung peningkatan perekonomian di Indonesia. Supaya kamu tidak ketinggalan informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya, jangan lupa kunjungi juga situs indonesia.travel ya!.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: