Menjalin Usaha Bersama

logo

Tilik Lintas, KAI Daop 7 Pastikan Seluruh Aspek Operasional Handal dan Aman

Selasa, 28 Juli 2026

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi kereta api (KA) yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu.

‎Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan kegiatan tilik lintas ini merupakan bentuk komitmen nyata jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun dalam memastikan seluruh aspek operasional yakni mulai dari kelaikan infrastruktur jalur rel, fasilitas stasiun, hingga sistem persinyalan, berada dalam kondisi yang handal dan aman.

‎Sebagai bentuk nyata komitmen itu, Deputy 7 Madiun, Alam Prasetyo bersama Manager Operasi dan Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ) Daop 7 Madiun, melaksanakan kegiatan tersebut, yakni antara Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun.

‎Kegiatan pengawasan langsung ini difokuskan pada pengecekan menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional dan pelayanan, di antaranya:

-Kelaikan Infrastruktur: Pengecekan kondisi track (jalur rel), sistem persinyalan, serta kondisi jalur kereta api agar senantiasa handal dan bebas dari gangguan.

‎-Keselamatan Perlintasan: Pemeriksaan kondisi perlintasan sebidang serta penertiban lingkungan di sekitar jalur rel.

-Fasilitas & Bangunan: Peninjauan fasilitas pelayanan, kebersihan stasiun, serta bangunan stasiun.

‎-Administrasi: Pemeriksaan administrasi Perka (Perjalanan Kereta Api).

‎Bahkan, di sela-sela kegiatan pemeriksaan, Deputy 7 Madiun juga memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh petugas di lapangan.

‎”Pak Deputy 7 Madiun menekankan agar setiap pegawai KAI senantiasa bertugas sesuai dengan regulasi dan mematuhi SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

‎Menurutnya implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, juga pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala.

Dalam kesempatan itu, Deputy bersama rombongan juga meninjau pembangunan gardu JPL 172 di Km 112+3/4 antara Stasiun Talun–Garum.

Pembangunan pos penjagaan perlintasan sebidang (JPL) baru ini, tentunya merupakan bagian dari program strategis perusahaan, di mana secara keseluruhan nantinya akan ada 13 titik pembangunan JPL baru guna meningkatkan keselamatan perjalanan KA maupun para pengguna jalan raya.

Di wilayah kerja Daop 7 Madiun saat ini trdapat 13 titik JPL, diantaranya adalah:

1. JPL 295 Km 200+303 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Minggiran-Papar;

‎2. JPL 299A Km 206+105 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Papar-Purwoasri;

‎3. JPL 301 Km 210+243 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Purwoasri-Kertosono;

‎4. JPL  303 Km 211+793 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Purwoasri-Kertosono;

‎5. JPL 294A Km 199+645 Lintas Bagor- Kertosono petak jalan antara Stasiun Minggiran-Papar;

6. JPL 171 Km 111+973 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;

‎7. JPL 172 Km 112+389 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;

8. JPL 174 Km 113+137 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;

‎9. JPL 182 Km 117+186 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan anatara Stasiun Garum-Blitar;

10. JPL 209 Km 130+327 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Blitar-Rejotangan;

‎11. JPL 224 Km 141+882 Lintas Bagor –Kertosono petak jalan antara Stasiun Rejotangan-Ngunut;

‎12. JPL 218 Km 138+131 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Rejotangan-Ngunut dan

13. JPL 242 Km 152+437 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Sumbergempol –Tulungagung.

‎”Peninjauan progres pembangunan gardu JPL di 13 titik strategis wilayah Daop 7 Madiun ini termasuk JPL 172 antara Talun–Garum menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan keselamatan, baik bagi perjalanan KA maupun para pengguna jalan raya,” katanya.

Tohari, menambahkan melalui pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap SOP ini, KAI ingin memastikan budaya keselamatan (safety culture) terus terjaga demi mewujudkan perjalanan KA yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.*(hms/al)

error: