Menjalin Usaha Bersama

logo

Pastikan Operasional KA Tetap Aman, KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri

Kamis, 26 Februari 2026

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat standar keselamatan perjalanan kereta api (KA) melalui pemeliharaan prasarana secara intensif.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan standar keselamatan ini diwujudkan dengan melakukan perbaikan geometri jalur di berbagai titik strategis, termasuk di perlintasan sebidang KA yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.

Upaya ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan, yakni untuk memastikan operasional KA tetap aman, nyaman, dan tepat waktu. Sebab, perlintasan sebidang adalah titik pertemuan krusial antara jalur KA dan jalan raya.

‎”Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan, adalah sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan serta meminimalkan risiko gangguan perjalanan,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Fokus Perbaikan di Jalur Maospati-Ngawi

Menurutnya salah satu titik utama yang menjadi fokus pengerjaan adalah JPL No. 15, yang berlokasi di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Desa Keras, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Perbaikan di titik ini sangat vital mengingat cukup padatnya arus lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan tersebut. Target Perbaikan Geometri di Tahun 2026, adalah program peningkatan kualitas jalur ini tidak hanya dilakukan di Ngawi.

Sepanjang periode 2025, KAI Daop 7 Madiun telah melakukan perbaikan geometri di 98 titik perlintasan yang tersebar di wilayah kerja Daop 7 Madiun.

Total 98 titik meliputi Kabupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar dan Kota Madiun, Kediri, dan Blitar.

“Program perbaikan geometri di Tahun 2026 ini, tentunya akan dilaksanakan di 92 titik JPL yang tersebar di wilayah Daop 7 Madiun,” katanya.

Imbauan bagi Pengguna Jalan

KAI menyadari bahwa proses teknis ini, lanjut Tohari, dapat berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk:

‎1.Tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi area perbaikan.

2.Mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang.

‎3.Mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

“Keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Untuk itu, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan ini, Budan berterima kasih atas pengertian masyarakat,” jelasnya.*(hms/al)

error: