MADIUN – Pelaksana tugas atau Plt. Walikota Madiun, Bagus Panuntun berkenan memberangkatkan kirab budaya seni barongsai dan naga liong yang disuguhkan warga keturunan Tionghoa di Balai Kota Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Madiun, Jawa Timur.
Start dari Jalan Pahlawan, peserta kirab seni budaya khas Tiongkok ini berjalan menyusuri jalan raya sembari menunjukkan atraksinya kepada pengunjung yang sejak pagi memadati trotoar sejumlah jalan raya. Peserta kirab budaya akan finish di halaman klenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong dan gang tengah/Jalan Barito, Kota Madiun.
“Ini tadi, saya baru saja memberangkatkan kirab budaya seni barongsai dan naga liong. Seni tradisional khas Tiongkok itu, mulai digelar di Balai Kota ini dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Kegiatan ini, alhamdulilah diikuti sebanyak 27 peserta seni barongsai, dan 5 peserta seni naga liong,” kata Bagus, Sabtu 14 Februari 2026.
Sebelum kirab budaya digelar, lanjut dia, khususnya teman-teman dari warga keturunan Tionghoa yang sudah lama tinggal di Madiun ini sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, yakni dalam rangka untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2026.
Tentunya, secara kebetulan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Madiun juga lagi menggagas terkait seni budaya sebagai daya tarik destinasi wisata yang ada di Kota Madiun. Diharapkan seni barongsai dan naga liong, bisa melengkapi kesenian lokal khas Kota Madiun. Sehingga, kedepannya seni barongsai dan naga liong bisa menjadi salah satu daya tarik Kota Madiun juga.
Kenapa? Karena seni barongsai Kota Madiun ini, sudah terbukti sebagai juara di tingkat nasional. Sehingga, budaya yang sudah di jaga oleh teman-teman dari Tionghoa ini, tentu harus kita rawat bersama. Oleh karena itu, agenda di tahun 2026 ini’ rencananya Pemda Kota Madiun juga akan mengadakan ‘Festival Seni Barongsai Nasional (FSBN)’ di Kota Madiun.
“Meski, FSBN Kota Madiun hingga ini masih tahap koordinasi dengan teman-teman Tionghoa. Karena seni barongsai adalah salah satu potensi atraksi dalam pariwisata, yang nanti harapannya dapat membawa wisatawan luar daerah bisa masuk ke Kota Madiun,” ujarnya.
Menurut Bagus, dengan adanya kirab budaya seni barongsai dan naga liong dalam rangka untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 ini, masyarakat dan wisatawan luar daerah yang sedang berlibur di Kota Madiun sangat antusiasme turut menyaksikan perjalanan kirab dari Balai Kota Madiun hingga menuju klenteng dan gang tengah.
Mulai dari Balai Kota Madiun, masuk Jalan Pahlawan dan beberapa Jalan Raya lainnya hingga menuju klenteng di Jalan Hos Cokroaminoto dan gang tengah atau Jalan Barito, pengunjung sabar menanti sejak pagi menunggu kehadiran peserta kirab budaya asal Tiongkok melintas dihadapannya. Karena saat peserta kirab budaya melintas, pengunjung yang membawa putra-putrinya langsung ngajak foto selfie.
Melihat seni budaya asal Tingkok ini, tadi kita sempat ngobrol bersama dengan teman-teman warga keturunan Tionghoa yang ada di Kota Madiun. Plt. Walikota menyampaikan ternyata di Kota Madiun,’ada beberapa tempat seperti Ponpes (pondok pesantren) dan lainnya yang juga punya tim kesenian barongsai.
“Potensi ini, nanti akan kita kolaborasikan. Harapannya, budaya seni barongsai dan naga liong ini tidak hanya di teman-teman di Tionghoa saja, tapi juga di Ponpes-ponpes yang ada di Kota Madiun. Jadi, budaya ini akan terus kita jalankan bersama antara Pemda Kota Madiun dan warga keturunan Tionghoa,” jelasnya.
Disinggung selain seni budaya tradisional Tiongkok. Lalu, bagaimana seni budaya lokal khas Kota Madiun yang akan disuguhkan sebagai daya tarik destinasi wisata yang ada di Kota Madiun?
Bagus Panuntun, kembali mengungkapkan saat menghadiri kegiatan sarasehan bersama para pelaku seni dan budaya yang ada di Kota Madiun. Disampaikan juga bahwa saat ini, daya tarik Kota Madiun adalah PSC (pahlawan street center) yang sudah berkembang sebagai destinasi wisata di jatung kota.
Oleh karena itu, Ia pun menggagas bersama dengan OPD terkait dan pengurus seni budaya barongsai dan naga liong yang ada di Kota Madiun, yakni bagaimana dapat meneruskan apa yang sudah dilakukan di PSC Kota Madiun selama ini. Sehingga, nanti kita bisa melebarkan di masing-masing kelurahan, dan wajib mempunyai daya tarik tersendiri.
Tentunya kalau kita sudah punya daya tarik, nanti akan di buka yang pertama adalah paket wisata. Rutenya untuk mengawali paket wisata adalah wisata budaya riligi, yakni di kawasan bersejarah Kucen dan Taman, Kota Madiun. Selanjutnya, nanti rencananya akan diterapkan juga diseluruh kelurahan.
“Sebab itu, Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang ada di masing-masing kelurahan, ini lagi pada menggali potensi termasuk daya tariknya. Nah dari situlah, nanti budaya-budaya lokal khas Kota Madiun akan di tampilkan sebagai pengisi atraksinya,” urainya.
Ia berharap dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 ini, yang tentunya dengan shio kuda api. Tahun 2026 ini, shio kuda api yang melambangkan semangat, kemudian kreativitas, dan kemandirian. Bahkan, yang terpenting di shio ini adalah harapan baru. Tentunya dengan harapan baru, kita semuanya berharap tepat dengan pembangunan di Kota Madiun.
“Harapan baru ini sesuai dengan tema pembangunan Kota Madiun yaitu transformasi. Sehingga, bagaimana Kota Madiun ini harus menaikkan levelnya lagi dalam sisi pembangunan. Pembangunan mulai infrastruktur, kesehatan, sosial, semuanya harus kita upgrade atau ditingkatkan,” tandas Bagus, lagi.*al/madiuntourism.com



















