Menjalin Usaha Bersama

logo

Mengenal Perayaan Mahashivaratri: Festival Penggabungan Keagamaan, Kesenian, Edukasi, dan Pelestarian Budaya

Selasa, 10 Februari 2026

INDONESIA – Mahashivaratri merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Hindu di seluruh dunia. Malam suci ini diperingati sebagai momen pemujaan mendalam kepada Dewa Shiva, Sang Pelebur, Sang Yogi Agung, dan sumber kesadaran tertinggi dalam ajaran Hindu.

Di Indonesia, perayaan Mahashivaratri memiliki makna yang semakin kuat ketika dilaksanakan di kompleks Candi Prambanan yang merupakan kawasan candi Hindu terbesar di Indonesia.

Perayaan Mahashivaratri, secara harfiah berarti “Malam Agung Shiva”. Dalam Hindu, malam atau rātri melambangkan Ketidaktahuan, ego dan keterikatan. Malam juga merupakan waktu ketika energi spiritual alam semesta berada pada puncaknya, sehingga sangat kondusif untuk melakukan tapa brata, meditasi, Mahashivaratri dan pemujaan.

Upacara ini dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pariwisata berkarakter yang menghadirkan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang lebih mendalam dalam pengalaman wisata.

Di Indonesia, perayaan Mahashivaratri menjadi puncak rangkaian Prambanan Shiva Festival yang berlangsung selama satu bulan. Prambanan Shiva Festival biasanya dimulai sejak pertengahan Januari hingga puncaknya pada malam Mahashivaratri. Prambanan Shiva Festival diharapkan mampu memperkuat daya tarik Candi Prambanan sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Prambanan Shiva Festival yang untuk pertama kalinya digelar ini menjadi tonggak penting transformasi Candi Prambanan, dari sekadar situs warisan budaya dunia menjadi ruang spiritual yang hidup dan terbuka bagi umat serta wisatawan dari berbagai penjuru.

Penyelenggaraan Mahashivaratri di Prambanan dikemas dalam rangkaian acara bertajuk Prambanan Shiva Festival. Pada tahun 2026, festival ini dimulai dengan perayaan Shivaratri pada tanggal 17 Januari 2026 dan berpuncak pada upacara Mahashivaratri di malam 15 Februari 2026

Acara ini dibuka dengan pementasan Tari Siwa Grha, sebuah karya tari yang menggambarkan Shiva sebagai Nataraja atau Raja Para Penari yang merupakan gelar bagi Dewa Shiva dalam wujud kosmisnya sebagai penari ilahi. Gerakan tari melambangkan siklus penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan alam semesta.

Pementasan ini memiliki bertujuan sebagai bentuk pemujaan awal kepada Shiva dan memperkenalkan filosofi Shiva kepada masyarakat luas. Terdapat juga lebih dari 150 seniman dari berbagai daerah menampilkan karya bertema Pameran ini memperlihatkan bagaimana spiritualitas Hindu menginspirasi seni rupa kontemporer.

Festival ini terbuka untuk umum, baik umat Hindu maupun masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dekat tradisi dan nilai spiritual Mahashivaratri. Informasi pendaftaran dan jadwal acara diumumkan media sosial Prambanan @prambananpark

Perayaan Mahashivaratri dalam Prambanan Shiva Festival bukan hanya ritual tahunan, tetapi menjadi ruang pemujaan, wadah edukasi, toleransi, harmoni dan penguatan identitas Hindu Nusantara.

Perayaan Shiwaratri di Candi Prambanan merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami, dan dihormati.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: