INDONESIA – Pantang menyerah, penuh kelembutan, dan memiliki sorot mata yang menyimpan sejuta harapan merupakan rentetan kata yang mewakili sosok perempuan inspiratif Sianne Avantie, atau yang biasa kita kenal sebagai Anne Avantie.
Seorang perancang busana dan pelopor kebaya kontemporer berkebangsaan Indonesia. Menghabiskan masa kecil di kota Surakarta, Jawa Tengah dengan ayah Hari Alexander yang memiliki usaha variasi mobil, dan ibu Amie Indriati memiliki usaha salon, dimana sejak mudanya berkecimpung dalam dunia fesyen dan kecantikan.
Darah seni yang berasal dari sang ibu sangat mengalir deras di dalam tubuh seorang Anne Avantie. Sejak kecil Ia telah menunjukkan ketertarikannya dalam dunia mode. Anne Avantie terbiasa membuat berbagai jenis hiasan rambut dan menjualnya, juga sering terlibat dalam pembuatan kostum panggung untuk grup tari dan grup vokal mulai dari sekolah hingga berbagai ajang hiburan di kota Surakarta.
Sempat berputus asa karena tidak mengenyam pendidikan secara khusus ke yang lebih tinggi, Anne Avantie berprinsip bahwa pemahaman untuk pendidikan sifatnya adalah vokasi yang menunjang penguasaan keahlian tertentu, sehingga hal tersebut membuatnya ingin menjadi pribadi yang mandiri serta terus berkarya, karena menurutnya setiap kekurangan pasti ada kelebihan.
Usaha Pertama, dari Mesin Jahit Sederhana
Memulai karier sebagai perancang busana pada tahun 1989 dengan usaha pertamanya yang di beri nama Griya Busana Permatasari. Belajar secara otodidak di sebuah rumah kecil bermodalkan dua buah mesin jahit sederhana, Ia mulai merenda. Desain busana Anne Avantie memiliki cirinya tersendiri seperti taburan manik-manik pada kostum rancangannya.
Sejak bergabung di Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) proses kreatif kebaya Anne Avantie telah memberi angin segar bagi perkembangan dunia fesyen di Indonesia.
Gaya mutakhir kebaya Anne Avantie merupakan tonggak baru eksplorasi. Kalau sebelumnya kebaya selalu tampil dengan aturan baku yang cenderung kaku, di tangan Anne Avantie kebaya diolah dan menjelma menjadi adibusana yang menembus garis batas kedaerahan tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Walaupun pada prosesnya ditemui banyak kendala, menurut Anne Avantie manusia dapat belajar dari sebuah kesalahan. Seperti pada tahun 1998 saat itu kebaya bagian leher mengalami salah potong dan menjadi asimetris.
Hal ini langsung menjadi pemberitaan masyarakat Indonesia, sehingga membuatnya dikenal dengan desain kebaya asimetrisnya yang kemudian diubah menjadi ciri khas seorang perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1965 tersebut.
Anne Avantie Ingin Menjadi Benang yang Menjahit, Bukan Gunting yang Memisahkan
Ketekunannya dalam berkarya telah menghantarkannya menjadi sosok panutan bagi banyak orang. Anne Avantie sering membuat workshop dan pelatihan bagi yang ingin belajar tentang keterampilan dan kewirausahaan.
Pada tahun 2004 – 2005 Ibu Negara Presiden ke 6 yakni Ny. Kristiani Susilo Bambang Yudhoyono menganugrahkan penghargaan “Kartini Award” kepada Anne Avantie sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam pemberdayaan UMKM. Komitmen dan konsistensi Anne Avantie terus berlanjut dengan anugerah yang sama “Kartini Award” pada tahun 2008.
Di tahun yang sama juga, Anne Avantie terpilih sebagai “Wanita Indonesia Bisa” dimana penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Ibu Meuttia Hatta pada peringatan hari Ibu.
Dengan karyanya yang semakin dikenal hingga ekspansi bisnis Anne Avantie di bidang fesyen, akhirnya pada tahun 2010, Ia membuka butik pertamanya di Mall Kelapa Gading Jakarta dan Roémah Pengantén di Mall Grand Indonesia Jakarta. Selain itu, Ia juga memiliki toko bernama “Pendopo” dengan merangkul para UMKM dan menjual “produk Indonesia” dengan “harga Indonesia”.
Anne Avantie berhasil kembali meraih penghargaan dari Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women Class of 2011 dari Inggris atas kerja kerasnya sebagai pengusaha wanita yang sukses di industri kreatif.
Keelokan tangan Anne Avantie telah mengantarkannya menjadi barometer perancang kebaya terbaik. Anne Avantie pernah ditunjuk langsung oleh maskapai terbaik negeri Garuda Indonesia untuk membuat seragam pramugari bertema Ibu Pertiwi. Hal ini menjadi hadiah setelah 30 tahun berkarya untuk negeri.
Keberhasilannya dalam dunia mode semakin hari semakin diakui, terlebih ketika Anne Avantie turut menjadi salah satu desainer kebaya untuk para finalis Puteri Indonesia serta Miss Universe. kebaya yang inovatif dan selalu mengangkat tema-tema tradisional Indonesia ke panggung internasional.
Dari awalnya hanya seorang penyewa baju tari dan pembuat kostum panggung, hingga akhirnya Anne Avantie telah mencicipi rasanya mendesain sebuah gaun malam, gaun pengantin hingga kebaya bertaraf internasional.
Namun, perjalanan tidak selalu mulus, saat wabah covid-19 menyebar keseluruh belahan dunia, seorang Anne Avantie pun merasakan dampaknya, pandemi telah memukul mundur bisnis yang telah dirintisnya sejak puluhan tahun. Anne Avantie harus menghentikan sementara produksi kebaya, namun harus tetap memikirkan nasib ratusan karyawan yang tidak sampai hati jika harus merumahkan.
Dengan segala pemikirannya, akhirnya Anne Avantie meminta para penjahit yang bekerja untuknya agar menjahit baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis dan tidak di perjualbelikan namun untuk di sumbangkan kepada negara.
Berkat kreativitas dan inovasinya, pada 2021 Anne Avantie kembali mencetak sejarah dengan meraih penghargaan berupa boneka Barbie One of A Kind (OOAK) yang dibuat khusus menyerupai dirinya. Anne Avantie menjadi perempuan Indonesia pertama yang masuk dalam program Role Model yang diinisiasi oleh Mattel, perusahaan yang memproduksi boneka Barbie.
Emansipasi Era Modern dapat Dilakukan dalam Banyak Hal
Memperingati hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Anne Avantie dapat dianggap sebagai salah satu penerus warisan Kartini. Dalam hal emansipasi perempuan, seperti Kartini, Anne Avantie telah membuktikan bahwa perempuan dapat sukses dan berkontribusi dalam bidang yang mereka minati. Anne Avantie telah menunjukkan DNA kreatifnya dalam desain busana dan pengembangan merek.
Tiga dasawarsa lebih sudah seorang Anne Avantie menjalani kehidupan panjang sebagai pelaku fesyen sekaligus menjadi bagian perkembangan dunia kreatif perempuan Indonesia. Dari awal berkarier hingga hari ini berkarya Anne Avantie sudah memiliki beberapa jenama seperti Anne Avantie Private, The Heritage by Anne Avantie, Batiken, dan Jaler Bajoe Laki.
Melihat prestasi dan kreasi seorang Anne Avantie dalam industri fesyen, menjadi salah satu bukti bahwa subsektor ekonomi kreatif terus mengalami perkembangan. Berkat karya-karya hebat yang berhasil diciptakan, bukan hal mengejutkan jika industri kreatif fesyen memiliki kekuatan untuk menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Indonesia.
Anne Avantie adalah contoh nyata bagaimana perempuan dapat berkontribusi besar dalam sektor produk ekonomi kreatif Indonesia melalui desain busana karya-karyanya yang indah dan elegan. Pengembangan serta usaha Anne Avantie telah menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang, terutama di industri fesyen dan tekstil. Di depan, masih banyak karya-karya lain yang telah menunggu dan menjadi bukti perjuanganya sebagai perempuan Indonesia yang sejati.*(sumber:ekraf.go.id)



















