Menjalin Usaha Bersama

logo

Teater Tradisional di Indonesia yang Punya Daya Tarik Tersendiri

Rabu, 10 Juli 2024

INDONESIA – Memiliki beragam warisan seni dan budaya yang kental, tidak mengherankan jika Indonesia terkenal dengan berbagai seni pertunjukan yang memukau. Bahkan, disebutkan dalam Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024, seni pertunjukan merupakan salah satu subsektor ekonom kreatif yang berpotensi mengalami pertumbuhan paling pesat pada 2023-2024.

Melihat pernyataan tersebut, bukan hal yang mengherankan jika subsektor seni pertunjukan sukses mendapatkan apresiasi dunia internasional. Menariknya, popularitas seni pertunjukan di Indonesia tidak hanya dalam pertunjukan tari saja. Saat ini seni pertunjukan tradisional Indonesia mulai naik daun dan banyak dicari oleh wisatawan. Terutama seni pertunjukan teater tradisional.

Pertunjukan teater tradisional di berbagai daerah di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, setiap pertunjukan pun diiringi dengan iringan musik daerah, serta diselipkan dengan berbagai nyanyian dan tarian khas daerah masing-masing.

Jika dikembangkan dengan baik, tidak menutup kemungkinan teater tradisional dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menghidupkan kembali subsektor seni pertunjukan di berbagai daerah. Sehingga, dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus menggerakan perekonomian lokal.

Lantas, apa saja teater tradisional yang populer di Indonesia? Berikut beberapa di antaranya:

Ludruk

Jenis teater tradisional Indonesia yang masih sering ditampilkan dalam pergelaran kesenian daerah adalah ludruk. Berasal dari Jawa Timur, ludruk merupakan seni pertunjukan yang menggabungkan antara penampilan drama dengan iringan musik gamelan.

Uniknya, cerita yang diangkat dalam seni pertunjukan ludruk berkaitan dengan masalah sosial masyarakat. Bahkan, tidak jarang ludruk juga menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial kepada pemerintah. Namun, karena dikemas dengan sangat apik dan penuh humor, pertunjukan teater ludruk justru menjadi sangat seru dan menghibur.

Ketoprak

Selanjutnya ketoprak, seni pertunjukan teater tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Konon, dulunya ketoprak termasuk seni pertunjukan yang sakral. Karena hanya dimainkan dalam lingkungan keraton. Namun, memasuki 1922, ketoprak mulai bisa dinikmati masyarakat luas.

Meski ketoprak kerap dianggap mirip dengan ludruk, namun nyatanya kedua teater tradisional ini cukup berbeda dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Berbeda dengan ludruk yang mengangkat cerita dari masalah kehidupan sehari-hari, ketoprak justru menampilkan pertunjukan yang berasal dari legenda Jawa, dan masih kerap memasukkan makna asli dalam sebuah cerita. Menariknya lagi, sebagai bentuk pelestarian budaya, seni pertunjukan tradisional ketoprak menggunakan dialog bahasa Jawa.

Lenong

Jenis teater tradisional Indonesia lainnya yang masih populer sampai sekarang adalah lenong, sebuah kesenian teater tradisional yang dibawakan dengan dialek Betawi. Itu mengapa, sampai sekarang banyak orang lebih mengenal lenong dengan sebutan “lenong Betawi”.

Berbeda dengan seni pertunjukan tradisional lainnya, lenong diiringi dengan musik gambang keromong dan alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyan, dan sukong. Di samping itu, teater tradisional lenong mengangkat cerita sehari-hari yang mengandung pesan moral, serta dikemas dengan sangat apik dan menghibur para penontonnya. Bahkan, sampai saat ini banyak seniman lenong legendaris Indonesia yang sukses berkarier di dunia seni pertunjukan, seperti H. Bolot, Malih, Mandra, hingga Okky Lukman.

Mendu

Jenis teater tradisional lainnya adalah mendu atau kesenian rakyat yang berasal dari Desa Sengkubang, Pontianak, Kalimantan Barat. Biasanya seni pertunjukan ini membawakan berbagai cerita seperti dongeng maupun legenda, dengan menonjolkan improvisasi tanpa skenario tertulis. Adanya iringan musik, tarian, serta penggunaan bahasa Melayu sehari-hari membuat penampilan seni pertunjukan mendu jadi semakin menarik.

Dulmuluk

Sebuah teater tradisional yang berasal dari Palembang, Sumatra Selatan. Daya tarik dari dulmuluk adalah hanya dimainkan oleh laki-laki, termasuk dalam memerankan tokoh perempuan dalam cerita. Keunikan lain dari pertunjukan teater tradisional dulmuluk adalah penggunaan dialog yang menggunakan pantun dan syari. Sebelum memulai pertunjukan, biasanya akan dilakukan doa selamat dengan seperangkat hidangan, seperti nasi gemuk, telur, dan ayam panggang, serta dupa.

Randai

Satu lagi seni pertunjukan teater tradisional yang tidak kalah populer adalah randai. Berasal dari Sumatra Barat, randai adalah seni pertunjukan teater yang memadukan bela diri, drama, tari, musik, dan sastra. Sedikit berbeda dengan lainnya, kesenian randai dimainkan secara berkelompok sebanyak 14-25 orang. Para pemain akan melangkah secara perlahan dan bergantian menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian.

Cerita yang diangkat pun berasal dari kehidupan sehari-hari, dengan tambahan bumbu-bumbu sejarah dan moral. Cover: Seni pertunjukan ludruk khas Jawa Timur yang sangat ikonik (Shutterstock/hermawanandik).*(sumber:kemenparekraf.go.id)

error: