Menjalin Usaha Bersama

logo

Sambut Komodo Travel Mart, Ini Kerajinan dari Nusa Tenggara Timur

Rabu, 10 Juli 2024

INDONESIA – Setelah lima tahun absen, akhirnya Komodo Travel Mart (KMT) telah sukses diselenggarakan pada 6-9 Juni 2024 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kembali diadakannya Komodo Travel Mart 2024 tentunya menjadi kabar menggembirakan bagi para pelaku ekonomi kreatif di sekitar NTT. Mengingat, event ini memiliki peran penting dalam menggerakan sektor ekonomi kreatif lokal secara keseluruhan. Lantas, apa itu Komodo Travel Mart?

Komodo Travel Mart adalah sebuah forum yang mempertemukan buyer dan seller di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan kepada masyarakat luas bahwa Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang sangat layak dikunjungi, karena memiliki potensi luar biasa.

Komodo Travel Mart 2024 akan dihadiri 100 tour operator dari berbagai daerah di NTT, serta diikuti 150 buyer dari berbagai negara. Seperti Singapura, Malaysia, dan Australia. Besar harapannya, Komodo Travel Mart 2024 dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang berlibur, dan menjadikan Labuan Bajo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah NTT.

Membahas potensi produk ekonomi kreatif di NTT tidak akan ada habisnya. Terlebih lagi, kawasan NTT memang sudah terkenal memiliki beragam kerajinan tangan yang unik, dibuat langsung oleh para pengrajin lokal, serta berdaya saing dan berkualitas terbaik.

Lebih lengkapnya, berikut beberapa kerajinan khas Nusa Tenggara Timur yang menarik dan unik:

Kain tenun

Kain tenun masih menjadi kerajinan khas NTT yang banyak diincar untuk dijadikan oleh-oleh. Mengingat, kain tenun khas NTT memiliki corak dan warna yang khas.Berdasarkan proses produksinya, ada tiga jenis kain tenun khas NTT yang bisa dipilih, yakni tenun buna, tenun ikat, dan tenun lotis (songket). Lantas, apa bedanya?

Tenun buna adalah proses menenun untuk membuat corak atau motif pada kain menggunakan benang yang sudah diwarnai terlebih dahulu. Itu mengapa, biasanya jenis kain tenun buna memiliki motif yang sangat indah. Sedangkan, tenun ikat adalah kain tenun yang proses pembuatannya dilakukan dengan cara pengikatan benang. Sementara itu, tenun lotis atau songket adalah kain tenun yang proses pembuatannya mirip buna. Hanya saja, biasanya jenis tenun songket identik dengan warna gelap seperti cokelat, biru tua, atau merah hati.

Kerajinan mutiara

Selain kain tenun, mutiara khas Labuan Bajo juga tidak kalah menarik untuk dijadikan oleh-oleh khas NTT. Bahkan, mutiara dari NTT termasuk salah satu jenis mutiara terbaik dunia. Hal inilah yang menjadikan mutiara khas NTT sebagai salah satu produk ekonomi kreatif incaran wisatawan lokal hingga mancanegara. Memiliki tampilan yang sangat elegan dan mewah, para pengrajin akan menyulap butiran mutiara menjadi berbagai macam aksesori, seperti kalung, gelang, anting, hingga cincin.

Kerajinan gerabah

Tak hanya memiliki kemampuan menenun dan merangkai mutiara menjadi berbagai macam aksesori, masyarakat lokal pun juga terkenal dengan kemahirannya membuat kerajinan gerabah. Menggunakan tanah liat sebagai bahan utama, para pengrajin lokal akan menyulapnya menjadi berbagai macam produk kerajinan berkualitas terbaik dan bernilai tinggi. Mulai dari keramik, vas bunga, maupun berbagai bentuk pajangan untuk dekorasi rumah.

Kerajinan anyaman

Berbekal keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun, tidak mengherankan jika banyak masyarakat lokal yang sukses menciptakan berbagai macam kerajinan anyaman. Salah satu ciri khas kerajinan anyaman khas Nusa Tenggara Timur adalah menggunakan daun lontar.

Memiliki permukaan halus dan kuat, anyaman daun lontar banyak disulap menjadi berbagai macam kerajinan, seperti keranjang, tikar, hingga wadah dengan berbagai ukuran. Menariknya lagi, pengrajin lokal masih mengutamakan menggunakan pewarna alami untuk memberikan warna yang indah.

Jadi, siap berburu kerajinan tangan khas NTT di Komodo Travel Mart 2024, Sobat Parekraf? Foto: Gerabah, salah satu kerajinan tangan dari Flores yang diburu wisatawan (Shuttestock/Gede Sudika Pratama).*(sumber:kemenparekraf.go.id)

error: