Menjalin Usaha Bersama

logo

Pentingnya International Tourism Investment Forum 2024 bagi Sektor Parekraf

Rabu, 10 Juli 2024

INDONESIA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali mengadakan International Tourism Investment Forum (ITIF) untuk kedua kalinya. Kalau tahun lalu berlangsung di Nusa Dua, Bali, International Tourism Investment Forum 2024 akan diselenggarakan di Swissotel PIK Avenue, Jakarta.

Adapun alasan dilangsungkannya International Tourism Investment Forum 2024 untuk mengejar target investasi nasional sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.650 Triliun. Termasuk di dalamnya target kontribusi sektor pariwisata dan ekonom kreatif (Parekraf) di Indonesia sebesar 4%, yakni sekitar Rp100 Triliun pada 2024.

Berlangsung selama 2 hari, pada 5-6 Juni 2024, International Tourism Investment Forum menjadi salah satu event penting bagi sektor parekraf Indonesia. Sebab, event ini akan mengundang investor dari Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia. Sehingga, diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Beberapa industri atau sektor potensial yang ditawarkan antara lain: hotel, restoran, kafe, maupun resort eco tourism. Nantinya, nilai-nilai investasi yang didapatkan akan diupayakan untuk mendorong tempat-tempat potensial di Indonesia. Mulai dari desa wisata, 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

International Tourism Investment Forum 2024 mengusung tema “Elevating Tourism Investment for Sustainable Growth”. Itu artinya, pertemuan ini akan fokus membahas isu-isu investasi, termasuk pariwisata hijau dan berkelanjutan. Selain itu, nantinya pertemuan ini juga memiliki sejumlah side event. Seperti salah satunya adalah juga roundtable session dengan beberapa delegasi negara terkait investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kerja Sama Internasional pada Wisata Berkelanjutan di Indonesia

Dalam mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Indonesia, ada beberapa jalinan kerja sama yang terjalin dengan investor luar negeri. Paling baru adalah kerja sama antara destinasi wisata di Subang, Jawa Barat, Sari Ater dengan POMA selaku perusahaan cable car dari Prancis.

Jalinan kerja sama tersebut akan menghadirkan cable car yang akan menghubungkan kawasan pariwisata air panas Sari Ater dengan destinasi wisata sekitarnya. Seperti di antaranya adalah kawasan wisata Tangkuban Perahu, Orchid Forest, Maribaya, hingga kawasan Lembang. Ke depannya, kerja sama ini akan menjadikan Sari Ater sebagai “The First Resort Cable Car in Indonesia”.

Tak berhenti di situ, kerja sama antara keduanya merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan Sari Ater seluas 100 hektare dari total rencana 400 hektare. Ke depannya, kawasan Sari Ater akan terus dikembangkan dengan dibangun berbagai atraksi wisata. Termasuk resort yang dapat mendukung kegiatan pariwisata lebih luas.

Menggali Potensi Kawasan PIK 2

Membahas lokasi pertemuan International Tourism Investment Forum, tentunya kurang lengkap kalau tidak menggali potensi kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024. Banyak potensi dan daya tarik dari kawasan PIK 2 yang tentunya sayang dilewatkan. Mengingat, saat ini kawasan PIK 2 memiliki lahan seluas 1.000 hektare yang telah dikembangkan. Seperti wisata mangrove, adanya destinasi wisata buatan (reklamasi), serta memiliki pusat kuliner.

Tak hanya itu saja, kawasan dengan aksesibilitas yang bagus karena dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ini rencananya juga akan membangun salah satu masjid terbesar sebagai penambahan fasilitas pengunjung. Bahkan, ada pula wacana pengembangan sport tourism berupa sirkuit internasional untuk Formula 1 (F1).

Besar harapannya, proses pengembangan kawasan PIK 2 dapat menjadi destinasi strategis untuk menarik wisatawan, dengan target mencapai 20 juta kunjungan. Ditambah lagi, pengembangan kawasan ini juga bisa membuka 10 juta lapangan kerja baru, sehingga dapat menggeliatkan ekonomi nasional. Cover: Adanya International Tourism Investment Forum sangat penting bagi sektor parekraf (Shutterstock/Yusnizam Yusof).*(sumber:kemenparekraf.go.id)

error: